Konsep Memanusiakan Alam dalam Kosmologi Tri Hita Karana

Authors

  • Ummi Ulfatus Syahriyah
  • A Zahid UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

DOI:

https://doi.org/10.14421/panangkaran.v6i1.2754

Keywords:

Cultural Values, Manganan Tradition, Rayung Senori Village Tradition

Abstract

Natural problems are often ignored by humans, because nature is considered to have no influence on what humans could have done. However, when a natural disaster occurs, not many realize that it is a consequence of what humans have done. Let say, the environmental problems that occur in Indonesia regarding deforestation, massive exploitation under the pretext of development. Nature are considered to be an inanimate object that is could be treated inhumanely. In fact, nature provides a lot of life, protection, even thank to nature, human life is maintained. This article is a qualitative research, with a literature study approach. The data comes from several journals and books as well as previous research related to the concept of Tri Hita Karana. The results of the study show that the concept of Tri Hita Karana offers a guide for humans in humanizing nature by balancing the concepts of Prajapati (God), Praja (humans), and Kamadhuk (nature). By understanding and applying the concept of Tri Hita Karana, it will build awareness to protect nature, because nature is part of human beings.

[Persoalan alam sering kali diabaikan oleh manusia, karena alam dianggap tidak memberikan pengaruh terhadap apa yang dilakukan oleh manusia. Namun, saat terjadi bencana alam, tidak banyak yang menyadari bahwa hal tersebut adalah konsekuensi dari apa yang diperbuat oleh manusia. Sebut saja persoalan lingkungan yang terjadi di Indonesia mengenai penebangan hutan, eksploitasi besar-besaran dengan dalih pengembangan. Alam seakan-akan menjadi objek mati yang diperlakukan tidak manusiawi. Padahal, alam memberi banyak kehidupan, perlindungan, bahkan dengan alam kehidupan manusia tetap terjaga. Artikel ini merupakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan studi pustaka. Data berasal dari beberapa jurnal dan buku serta penelitian terdahulu yang berhubungan dengan konsep Tri Hita Karana. Hasil telaah menunjukan bahwa konsep Tri Hita Karana menawarkan satu panduan bagi manusia dalam memanusiakan alam dengan menyeimbangkan konsep Prajapati (Tuhan), Praja (manusia), dan Kamadhuk (alam). Dengan memahami dan menerapkan konsep Tri Hita Karana, maka akan terciptalah kesadaran untuk menjaga alam, karena alam adalah bagian dari diri manusia.]

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adhitama, S. (2020). Konsep Tri Hita Karana dalam Ajaran Kepercayaan Budi Daya. Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama Dan Kebudayaan, 2, 29–45.

Adiwibowo. (2007). Ekologi Manusia. Fakultas Ekologi Manusia IPB.

Al-Baghowi, A.-H. bin M. (2002). Tafsiir Al-Baghawi (Ma’alimut Tanziil) (p. 1487). Daar Ibnu Hazm.

Al-Qardhawi, Y. (2002). Islam Agama Ramah Lingkungan. Pustaka Al-Kautsar.

Arbi, A. (2019). Komunikasi Intrapribadi: Integrasi Komunikasi Spiritual, Komunikasi Islam, dan Komunikasi Lingkungan. Prenada Media.

Arifin, A. (2019). Toleransi dalam Agama Hindu; Aplikasi Ajaran dan Praktiknya di Pura Jala Siddhi Amertha Sidoarjo. Satya Widya; Jurnal Studi Agama, 2, 71–92.

Bagawan WararucI. (2016). Kitab Sarasamuscaya. April. https://dongengbudaya.wordpress.com

BPPT. (2018). BPPT: Indonesia Darurat Energi. https://www.bppt.go.id/berita-bppt/bppt-indonesia-darurat-energi

Budiantara, I. K. D. (2017). IMPLEMENTASI AJARAN TRI HITA KARANA PADA MASYARAKAT HINDU DI DESA SENGKIDU KECAMATAN MANGGIS KABUPATEN KARANGASEM. Lampuhyang, 2(3), 3–26.

Elinur, D.S Priyasono, Mangara Tambunan, dan M. F. (2010). Perkembangan Konsumsi Dan Penyediaan Energi Dalam Perekonomian Indonesia. Indonesian Journal of Agricultural Economics, 2(1), 97–119.

FWI. (2019). Potret Keadaan Hutan Indonesia Tahun 2013-2017. In Forest Watch Indonesia. Forest Watch Indonesia.

Halder, J., & Islam, N. (2015). Water Pollution and its Impact on the Human Health. Journal of Environment and Human, 2(1), 36–46. https://doi.org/10.15764/eh.2015.01005

Katsir, A. al-F. bin I. bin U. bin. (1999). Tafsir Ibnu Katsir. Dar Thayyibah li an-Nashr wa at-Tawziim.

Knitter, P. F. (2008). Satu Bumi Banyak Agama: Dialog Multi-Agama dan Tanggungjawab Global. Gunung Mulia.

L. Savirani, M. HUSEIN, M.N Khoiron, Hanafi, H. (2001). Islam Wahyu Sekuler: Gagasan Kritis Hasan Hanafi. Institute of Social Transformation for Democracy (Instad).

Lovelock, J. . (1979). Gaia: A new look at life on earth. In Oxford University Press. https://doi.org/10.4324/9781912281268

Made, A. M. . W. & I. (2011). Tri Hita Karana: Kajian Teologi, Sosiologi dan Ekologi Menurut Veda. Paramita.

Mujizat Kawaroe, Tri Pratono, Adriani Sunuddin, Dahlia Wulan Sari, D. A. (2010). Mikroalga potensi dan pemanfaatannya untuk produksi bio bahan bakar. PT Penerbit IPB Press.

Nasr, S. H. (1996). Religion and the Order of Nature. Oxford University Press. Oxford Universuty Press.

Ni Komang Subagia, Holilulloh, Y. Nu. (2016). Persepsi Masyarakat Terhadap Konsep Tri Hita Karana Sebagai Implementasi Hukum Alam. Jurnal Kultur Demokrasi, 4(2), 1–16.

Pemayun, A. G. P. (2018). Ekonomi Kreatif dan Kearifan Lokal dalam Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Bali. Universitas Pendidikan Nasional.

Pradnyawathi, N. N. C., & Sastra Agustika, G. N. (2019). Pengaruh Model Pakem Berbasis Tri Hita Karana terhadap Keterampilan Menulis. International Journal of Elementary Education, 3(1), 89. https://doi.org/10.23887/ijee.v3i1.17660

Purana, I. M. (2016). Pelaksanaan Tri Hita Karana Dalam Kehidupan Umat Hindu. Jurnal Kajian Pendidikan Widya Accarya FKIP Universitas Dwijendra, 5(2085), 67–76. http://ejournal.undwi.ac.id/index.php/widyaaccarya/article/view/237

R. Andianti, S. Mardiyah, & S. W. P. (2020). Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2020. Badan Pusat Statistik RI.

Saddad, A. (2017). Paradigma Tafsir Ekologi. Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 5(1). https://doi.org/10.21274/kontem.2017.5.1.49-78

Saputra, Putu Budi Anggiriawan, I Nyoman Sutapa, K. A. K. (2018). Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa Dalam Perspektif Budaya Tri Hita Karana. Jurnal Riset Akuntansi Dan Bisnis Airlangga, 3(1), 306–321. https://doi.org/10.31093/jraba.v3i1.90

Schumann, O. H. (2003). Agama dalam Dialog; Pencerahan, Perdamaian,. Gunung Mulia.

Shihab, M. Q. (2006). Tafsir Al-Misbah (Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an). Lentera Hati.

Siburian, S. (2020). Pencemaran Udara dan Emisi Gas Rumah Kaca. Kreasi Cendekia Pustaka (KCP).

Sjollema, S. B., Redondo-Hasselerharm, P., Leslie, H. A., Kraak, M. H. S., & Vethaak, A. D. (2016). Do plastic particles affect microalgal photosynthesis and growth? Aquatic Toxicology, 170, 259–261. https://doi.org/10.1016/j.aquatox.2015.12.002

Statistik, B. P. dan K. dalam N. (2021). Hasil Sensus Penduduk 2020. Berita Resmi Statistik, 1(7). https://www.bps.go.id/pressrelease/2021/01/21/1854/hasil-sensus-penduduk-2020.html

Sukarma, I. W. (2016). Tri Hita Karana: Theoretical Basic of Moral Hindu. International Journal of Linguistics, Literature and Culture, 2(3), 84. https://doi.org/10.21744/ijllc.v2i3.230

Sulkan, M. (2020). Pemanasan Global dan Masa Depan Bumi. Alprin.

Supriatna, J. (2008). Melestarikan Alam Indonesia (1st ed.). Yasan Obor Indonesia.

Surmaini, E., & Faqih, A. (2016). Kejadian Iklim Ekstrem dan Dampaknya terhadap Pertanian Tanaman Pangan di Indonesia. Sumberdaya Lahan, 10(2), 115–128.

Surmaini, E., & Runtunuwu, E. (2015). Upaya sektor Pertanian dalam Menghadapi Perubahan Iklim. Upaya Sektor Pertanian Dalam Menghadapi Perubahan Iklim, 30(1), 1–7. https://doi.org/10.21082/jp3.v30n1.2011.p1-7

UNESCO. (2003). Water for People, Water for Life. In The World Water Development Report. UN.

Vincent Jeffrey; Jean Aden; Giovanna Dore; Vivi Rambe; Thomas Walton. (2001). Indonesia: Environment and Natural Resource Management in a Time of Transition. 1–154. https://www.mendeley.com/research/indonesia-environment-natural-resource-management-time-transition/?utm_source=desktop&utm_medium=1.14&utm_campaign=open_catalog&userDocumentId=%7Bf24977a3-09f9-3c46-a8a3-7d5aa40cfcda%7D

WHO. (2000). Global Water Supply and Sanitation Assessment 2000 Report. In Advances in Space Research. https://doi.org/10.1016/0273-1177(96)00073-7

Wiradi, G. (2005). Reforma agraria untuk pemula. Sekretariat Bina Desa.

Wulansari, D., Ekayani, M., & Karlinasari, L. (2019). Kajian Timbulan Sampah Makanan Warung Makan. ECOTROPHIC : Jurnal Ilmu Lingkungan (Journal of Environmental Science), 13(2), 125. https://doi.org/10.24843/ejes.2019.v13.i02.p01

Yasa, I. W. P. (2020). Tri Hita Karana untuk Pencegahan COVID-19 di Bali. Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, 7(1), 54. https://doi.org/10.24036/scs.v7i1.176

Yuniartini, D. M. (2020). Konsep Tri Hita Karana bagi Anak Usia Dini. Literasi Nusantara.

Zahid, A. (2021). Ecotheology: The Basic Values of Indonesian Islamic Student Movement (PMII). Empirisma: Jurnal Pemikiran Dan Kebudayaan Islam, 1, 30

Downloads

Published

2022-06-21

How to Cite

Syahriyah, U. U., & Zahid, A. (2022). Konsep Memanusiakan Alam dalam Kosmologi Tri Hita Karana. Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama Dan Masyarakat, 6(1), 1–23. https://doi.org/10.14421/panangkaran.v6i1.2754

Issue

Section

Articles
Abstract Viewed = 148 times | PDF downloaded = 96 times