Efektivitas Penggunaan Koagulan Alami dan Konvensional Dalam Proses Koagulasi Limbah Cair Industri (Waste Water Treatment): Parameter Chemical Oxygen Demand (COD)
Main Article Content
Abstract
Pengolahan limbah cair (Waste Treatment) industri di era modern memberikan dampak yang serius terhadap lingkungan dan kesehatan manusia jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu metode pengolahan limbah cair industri yang efisien adalah koagulasi. Penelitian ini didasarkan pada pendekatan studi literatur dari sepuluh jurnal ilmiah, yang mencakup jenis koagulan, metode pengolahan, parameter pengujian, dan efisiensi penurunan COD. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa koagulan konvensional, khususnya Poly Aluminium Chloride (PAC), memiliki efektivitas tertinggi dengan rata-rata efisiensi hingga 94,14% dalam mengurangi COD pada limbah cair pabrik sepeda motor. Koagulan alami seperti lidah buaya juga menunjukkan efisiensi yang sangat baik, mampu menurunkan COD limbah batik hingga 75,94% dan limbah industri minyak sebesar 77,51%. Koagulan konvensional lainnya seperti Aluminium Sulfat dan Ferri Klorida (FeCl3) masing-masing menunjukkan efisiensi 78,46% dan 79,26%. Sementara itu, koagulan alami kulit pisang kepok memiliki efisiensi 63,75% dan biji kelor bervariasi, bahkan ada yang hanya mencapai 3,05%.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0)
References
yni, L. &. (2021). Pengolahan Limbah Cair Tekstil dengan Menggunakan Koagulan FeCl3. Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan I (SENASTITAN 1), 372-377.
Ba'adilla, S. N. (2025). Pengaruh Biokoagulan dari Kulit Pisang Kepok dan Biji Kelor terhadap Kualitas Limbah Cair Industri Tahu. Jurnal Argoindustri Pangan, 4(1), 1-17.
Bangun, A. A. (2013). Pengaruh Kadar Air, Dosis dan Lama Pengendapan Koagulan Serbuk Biji Kelor Sebagai Alternatif Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu. Jurnal Teknik Kimia USU 2 (1).
Ekoputri, S. F., Rahmatunnissa, A., Nulfaidah, F., Ratnasari, Y., Djaeni, M., & Sari, A. (2024). Pengolahan Air Limbah dengan Metode Koagulasi Flokulasi pada Industri Kimia. Jurnal Serambi Engineering, 9(1), 7781-7787.
Fatma, I. B. (2022). Penentuan Dosis Optimum Koagulan Aluminium Sulfat Unit Dissolved Air Flotation Waste Water Treatment Plant PT Kawasan Industri Intiland. Distilat: Jurnal Teknologi Separasi, 8(1), 169-175.
Hajijah, I. &. (2024). Efektivitas Biji Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Koagulan Alami pada Limbah Cair Industri Tahu. Biomaras Journal of Life Science and Technology, 2(1), 42-48.
Hidayati, S. &. (2022). Reduction of Chemical Oxygen Demand (COD) and Total Suspended Solids (TSS) from Wastewater of Tapioca Plant Using Aluminium Sulfate and Poly Aluminium Chloride (PAC) as a Coagulant. RICE: Research in Chemical Engineering, 1(1), 14-21.
Hidayatullah, A. M. (2023). Efektivitas Koagulan Lidah Buaya (Aloe vera) dan PAC (Poly Alumunium Chloride) dalam Menurunkan Kadar Pencemar pada Limbah Cair Batik. Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam. JURNALIS, 6 (1), 61-75.
Idris, J. S. (2013). Dragon fruit foliage plant-based coagulant for treatment of concentrated latex effluent: Comparison of treatment with ferric sulfate. Journal of Chemistry, 1-7.
Larasati, A. D. (2017). Efektivitas Ferri Klorida (FeCl3) dalam Menurunkan Kadar Chemical Oxygen Demand (COD) pada Limbah Cair Laundry. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 5 (5), 484-491.
Mursitaningrum, A. P., Fricillia, D. K., & Adhani, L. (2024). Efektivitas Koagulan PAC dan Aluminium Sulfat dengan Kombinasi Flokulan pada Limbah Cair Pabrik Sepeda Motor. Jurnal Sains dan Edukasi Sains, 7(2), 90-95.
Nanda, M. F., Maulanah, S., Hidayah, T. N., Taufiqurrahman, A. M., & Radianto, D. O. (2024). Analisis Pentingnya Pengelolaan Limbah TerhadapKehidupan Sosial Bermasyarakat. Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik. Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik, 2(2), 97-107.
Puspitasari, D. S. (2018). Penggunaan Lidah Buaya sebagai Biokoagulan di Industri Minyak Dara. Conference Proceeding on Waste Treatment Technology. Program Studi D4 Teknik Pengolahan Limbah – Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, 141-143.
Rahmadi, A., Sari, N. M., & Indriyani, E. (2022). Buku Ajar Pemanfaatan Limbah Industri. Banjarbaru: CV. Banyubening Cipta Sejahtera.
Ramadani, T. S. (2025). Biokoagulan berbasis Kulit Pisang Kepok untuk Mereduksi TSS dan COD. Metana: Media Komunikasi Rekayasa Proses dan Teknologi Tepat Guna, 21(1), 29-38.
Zakaria, A. S. (2021). Efisiensi Penurunan Kadar COD, TS, TSS, Kekeruhan, dan TDS pada Air Limbah Industri Pangan menggunakan Koagulan Poly Alumunium Chloride dengan metode Jar Test. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah 9(2), 60-68.