Pengujian Kadar N, P, dan K pada Sampel Pupuk Organik
Main Article Content
Abstract
Tanah pertanian saat ini semakin menyempit dan kualitasnya menurun. Kerusakan lahan ini disebabkan oleh banyak faktor. Salah satu cara untuk mengembalikan kesuburan tanah yang telah menurun adalah pemupukan dengan pupuk organik. Pupuk organik mengandung unsur hara diantaranya nitrogen (N), fosfor (P), Kalium (K), dan air, di mana unsur-unsur tersebut sangat dibutuhkan oleh tanaman. Oleh karena itu, pentingnya mengetahui unsur hara dalam pupuk, salah satunya dengan menentukan kadar dari unsur hara tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan N, P, dan K yang terdapat pada pupuk organik sesuai dengan Juknis Analisis Kimia: Prosedur Analisis Tanah, Tanaman, dan Pupuk. Metode pengujian pupuk organik dilakukan dengan beberapa parameter seperti N-total, P-total, dan K-total menggunakan metode standar pengujian tanah di BPSI Sayuran. Pada hasil pengujian sampel pupuk AG 8 secara duplo diperoleh kadar N-total berturut-turut sebesar 0,77%; 0,82, P-total 0,55%; 0,57%, dan K-total 1,16%; 1,17.
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0)
References
Aqidah, N., dan Nontji, D. M. 2022. Analisis Unsur Hara Makro Pupuk Organik Berbahan Dasar Serbuk Gergaji Kayu dan Limbah Kotoran Ayam dengan Berbagai Konsentrasi Effective Microorganism-4 (EM-4). Jurnal AGrotekMAS, Vol. 3, No. 1, Pp 9 – 20.
Hendrawati, Tri, H. P., dan Nuni, N. R. 2016. Analisis Kadar Phosfat dan N-Nitrogen (Amonia, Nitrat, Nitrit) pada Tambak Air Payau akibat Rembesan Lumpur Lapindo di Sidiarjo, Jawa Timur, FST UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Program Studi Kimia.
Hermawati, A. T., Febi, I. F., dan Sri, W. 2022. Analisis Kadar Nitrogen Total pada Pupuk Padat dengan Metode Kjedahl di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta. INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH, Vol. 6, No. 2, Pp 80 – 91. https://doi.org/10.20885/ijcr.vol6.iss2.art4
Lassi, J. D. 2019. Manajemen Pembuatan Pupuk Organik Padat Di Seminari ST.Yohanes Paulus II Desa Batu Cermin Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat, Politeknik Pertanian Negeri Kupang: Jurusan Manajemen Pertanian Pertanian Lahan Kering.
Purwanto, H., Simbolon, H. F. S., Prayoga, A. E., Sembiring, E. S., Habibillah, H., Maulana, I., Dianca, J. C., dan Iqbal, J. M. 2024. Pemanfaatan Kotoran Hewan, Batang Pisang dan Eceng Gondok Menjadi Pupuk Kompos di Desa Bagan Baru Kecamatan Nibung Hangus Kabupaten Batubara. Wahana Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Vol. 2, No. 2, Pp 42 – 45.
Rianditya, O. D., dan Sri, H. 2020. Pengaruh Pemberian Pupuk Fosfor terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Tebu VAR. Bululawang Hasil Mutasi. Berkala Ilmiah PERTANIAN, Vol. 5, No. 1, Pp 52 – 57.
SNI 19-7030-2004. Spesifikasi kompos dari sampah organik domestik. Badan Standardisasi Nasional.
Sulistiawan, E. 2021. Pengaruh Pupuk NPK Organik dan Pupuk Organik Cair TOP G2 terhadap Pertumbuhan serta Produksi Tanaman Terung Gelatik (Solanum melongena L.). Riau: Universitas Islam Riau.
Susana, Jumini, dan Mardhiah, H. 2022. Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Wortel (Daucus carota L.). J. Floratek, Vol. 17, No. 1, Pp 9 – 18.