NEGARA MADINAH (Sebuah Prototype Ketatanegaraan Modern)

Q. Zaman, SHI., M.SI.

Abstract


Membicarakan sosok Nabi Muhammad dari pelbagai sudut pandang tidak akan pernah selesai. Mulai dari sudut Pandang sebagai tokoh agama, pedagang, kepala rumah tangga, panglima perang, bahkan sebagai kepala negara dan pemerintahan. Nabi Muhammad selain sebagai nabi dan rasul yang membawa risalah kenabian, ia juga adalah sebagai kepala
negara dan pemerintahan di Madinah. Harus diakui, meski Negara Madinah tidaklah sesempurna negara demokrasi modern saat ini, yakni dengan adanya pemisahan kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif, Negara Madinah yang dipimpin Muhammad telah menjadi prototype sebuah negara modern. Wujud nyata dari sebuah Negara Madinah adalah
bagaimana nabi diangkat menjadi pemimpin melalui kontrak sosial (bai’at ‘aqabah), rakyat dan wilayah kekuasaannya jelas, landasan formilnya/konstitusinya “Piagam Madinah, unsur legislatif, eksekutif, dan yudikatif secara implisit juga ada, pendapatan negara (pajak), bahkan politik internasionalnya pun telah ada. Madinah dikatakan sebagai Negara karena telah memenuhi syarat-syarat pokok pendirian suatu Negara sebagimana laiknya sebuah negara modern yaitu adanya wilayah, rakyat, pemerintahan (berdaulat, dan Undang-Undang Dasar/konstitusi.

Keywords


Politik; Tata Negara; Pemerintahan Islam.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.14421/inright.v2i1.1233

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INDEXED BY

            

View My Stats

ADDRESS

Rumah Jurnal Fakultas Syari'ah dan Hukum, Lantai 2, R. 205
Fakultas Syari'ah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Jl. Laksda Adisucipto, Yogyakarta, Indonesia 55281