Identitas Sosial dan Kontak Antar Kelompok dalam Meredam Konflik Verbal atas Tradisi Tahlilan:

Studi Kasus di Kelurahan Kangenan Barat, Kabupaten Pamekasan

Authors

  • Feti Eka Leliana Universitas Islam Negeri Madura

DOI:

https://doi.org/10.14421/jm.2025.52.06

Keywords:

Tahlilan, Verbal Conflict, Social Identity, Religious Moderation.

Abstract

Differences in religious practices, such as the tahlilan tradition, often trigger social tensions within a diverse society. This study stems from the case of a Muhammadiyah family in Kangenan Barat Village, Pamekasan Regency, who did not perform the tahlilan ritual whilst in mourning and subsequently became the target of criticism by some NU residents. This study employs a qualitative method using a case study approach, and utilises Social Identity Theory and the Contact Hypothesis to analyse the dynamics of the conflict and its potential resolution. The findings indicate that the verbal conflict that occurred was triggered by the reinforcement of group identity and the absence of spaces for interfaith communication. However, all three informants in this study—from both NU and Muhammadiyah—expressed support for solutions involving interfaith dialogue forums among religious leaders and community engagement in cross-group social activities. These findings underscore the importance of public figures’ roles and equal interaction in fostering practical religious moderation.

Perbedaan praktik keagamaan seperti tradisi tahlilan seringkali menjadi pemicu ketegangan sosial dalam masyarakat majemuk. Penelitian ini berangkat dari kasus keluarga Muhammadiyah di Kelurahan Kangenan Barat, Kabupaten Pamekasan, yang tidak melaksanakan tahlilan saat berduka dan kemudian menjadi sasaran sindiran oleh sebagian warga NU. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, serta memanfaatkan teori Social Identity dan Contact Hypothesis untuk menganalisis dinamika konflik dan potensi resolusinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik verbal yang terjadi dipicu oleh penguatan identitas kelompok dan tidak adanya ruang komunikasi lintas keyakinan. Namun, ketiga informan dalam penelitian ini baik dari NU maupun Muhammadiyah, menunjukkan dukungan terhadap solusi berupa forum dialog antar tokoh agama serta keterlibatan masyarakat dalam kegiatan sosial lintas kelompok. Temuan ini menegaskan pentingnya peran publik figur dan interaksi setara dalam membangun moderasi beragama secara aplikatif.

References

Allport, Gordon Willard, The Nature of Prejudice, Cambridge, Massachusetts: Addison-Wesley Publishing Company, 1954.

Budiman, Septian Arief dan Fil Isnaeni, “Tahlilan dan Pendidikan Moderasi Beragama: Dampaknya terhadap Toleransi Agama di Perkotaan”, Jurnal Keislaman, vol. 8, no. 1, 2025, pp. 1-11, https://doi.org/10.54298/jk.v8i1.345 .

Evi Syafrida Nasution, Metodologi Penelitian: Model Praktis Penelitian Kualitatif, Malang: PT. Literasi Nusantara Abadi Grup, 2024.

Humaidi et al., “Tradisi Tahlilan: Potret Akulturasi Agama, Budaya Khas Islam Nusantara dan Tradisi NU”, An Nahdhoh: Jurnal Kajian Islam Aswaja, vol. 1, no. 1, 2021, pp. 89-99, https://jim.unisma.ac.id/index.php/nahdloh/article/view/10740 .

Jailani, Mohammad, “Preserving Cultural Identity Through Tahlilan: Strengthening Social Solidarity in Madura”, Jurnal Sosiologi Reflektif, vol. 18, no. 2, 2024, pp. 383-404, https://doi.org/10.14421/8rsyag46 .

Kementerian Agama Republik Indonesia, Moderasi Beragama, Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2019.

Pettigrew, Thomas F. and Linda R. Tropp, “A meta-analytic test of intergroup contact theory.”, Journal of Personality and Social Psychology, vol. 90, no. 5, 2006, pp. 751-783, https://doi.org/10.1037/0022-3514.90.5.751 .

Riskasari, Ana, “Pengaruh Persepsi Tradisi Tahlilan di Kalangan Masyarakat Muhammadiyah terhadap Relasi Sosial di Desa Gulurejo Lendah Kulon Progo Yogyakarta”, Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat, vol. 2, no. 2, 2019, pp. 189-205, https://doi.org/10.14421/panangkaran.2018.0202-01 .

Rohmah, Usisa, “INTERAKSI SOSIAL WARGA NU DAN MUHAMMADIYAH Studi Kasus di Desa Punduhsari”, Journal of Government (Kajian Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah), vol. 1, no. 2, 2016, pp. 21-45, https://doi.org/10.52447/gov.v1i2.263 .

Rusdiyah, Evi Fatimatur, Halimatus Sa’diyah, and Masykurotin Azizah, “The millennial Kiais: contemporary Indonesian dakwah activism through social media”, Episteme: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, vol. 15, no. 1, 2021, pp. 75-97, https://doi.org/10.21274/epis.2020.15.1.75-97.

Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta, 2014.

Suhail, Ahmad Kusjairi et al., “Azyurmardi Azra dan Moderasi Beragama di Indonesia”, Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, vol. 19, no. 2, 2025, pp. 737-754, https://doi.org/10.35931/aq.v19i2.4179 .

Sunyoto, Agus, Atlas Wali Songo: Buku Pertama yang Mengungkap Wali Songo Sebagai Fakta Sejarah, Tangerang Selatan: Pustaka IIMaN dan LESBUMI PBNU, 2016.

Tajfel, Henri, “Social identity and intergroup behaviour”, Social Science Information, vol. 13, no. 2, 1974, pp. 65-93, https://doi.org/10.1177/053901847401300204 .

Tajuddin, Yuliyatun, “SUMBER DAYA MANUSIA DAN KONFLIK SOSIAL DALAM ORGANISASI KEAGAMAAN (Analisis Fenomena Konflik Komunitas NU dan Muhammadiyah)”, TADBIR: Jurnal Manajemen Dakwah, vol. 1, no. 1, 2016, pp. 75-100, https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/tadbir/article/view/2384 .

Udin, Muhammad Diak, “ANALISIS PERILAKU SOSIAL MASYARAKAT DUSUN PLOSOREJO DESA KEMADUH KAB. NGANJUK DALAM TRADISI YASINAN DAN TAHLILAN (Study Deskriptif Melalui Pendekatan Teori Pertukaran Sosial)”, Jurnal Pemikiran Keislaman, vol. 26, no. 2, 2016, pp. 342-361, https://doi.org/10.33367/tribakti.v26i2.221 .

Downloads

Published

2025-12-30

Issue

Section

Articles