Analisis Sinonimitas Makna Nūr, Ḍiyā’, dan Sirāj dalam Al-Qur'an

Kajian Linguistik Semantik Berdasarkan Tafsir Al-Kasysyāf

Authors

  • ANWAR FAHMI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

DOI:

https://doi.org/10.14421/jm.2024.42.03

Keywords:

Al-Kasysyāf, .Ḍiyā’, Nūr, Sinonimitas, Sirāj,

Abstract

This article is motivated by the use of the words nūr, ḍiyā', and sirāj which are often translated as "light". Although all three have similar basic meanings, each word is used in a different context, raising the question of whether these words are synonymous or have significant differences in meaning. The purpose of this research is to try to uncover the meaning and synonyms of each word by analyzing it through the Tafsir Al-Kasysyāf approach by al-Zamakhsyarī. This research uses a qualitative method with a library research approach. The analysis was carried out using a semantic approach, which focuses on the relationship of meaning between words and the context in which they are used in the verses of the Qur'an. The results of the analysis show that the three terms have a basic meaning as "light", but there are differences in their use. The word nūr refers more to light that is soft and reflective, such as the light of the moon or the light of Allah's guidance that is spiritual. While the word ḍiyā' describes a more intense light and has a hot element, such as sunlight that shines strongly and burns. Meanwhile, the word sirāj refers to a source of light that emits its own rays, such as the sun itself which is referred to as sirāj in the Qur'an.

Artikel ini dilatarbelakangi dengan adanya penggunaan kata-kata nūr, ḍiyā’, dan sirāj yang sering diterjemahkan dengan istilah “cahaya”. Meskipun ketiganya mempunyai makna dasar serupa, namun setiap kata digunakan dalam konteks yang berbeda, sehingga menimbulkan pertanyaan apakah kata-kata ini memiliki sinonim atau justru memiliki perbedaan makna yang signifikan. Adapun tujuan dari penelitian ini berusaha mengungkap makna dan sinonim masing-masing kata tersebut dengan menganalisisnya melalui pendekatan Tafsir Al-Kasysyāf karya al-Zamakhsyarī. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan semantik, yang berfokus pada relasi makna antar kata serta konteks penggunaannya dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga istilah tersebut memiliki arti dasar sebagai “cahaya”, namun terdapat perbedaan dalam penggunaannya. Kata nūr lebih mengarah pada cahaya yang bersifat lembut dan pantulan, seperti cahaya bulan atau cahaya petunjuk Allah yang bersifat spiritual. Sedangkan kata ḍiyā’ menggambarkan cahaya yang lebih intens dan memiliki unsur panas, seperti cahaya matahari yang bersinar kuat dan membakar. Sementara itu, kata sirāj merujuk pada sumber cahaya yang memancarkan sinarnya sendiri, seperti matahari itu sendiri yang disebut sebagai sirāj dalam Al-Qur’an.

References

‘Akk, Khalid Abdurrahman al-. Ushul Al-Tafsir Wa Qawa’iduhu. Beirut: Dar al-Nafai. 1986.

al‑Sāmarrāʾī, Fāḍil Ṣāliḥ. al‑Mutarādif Wa al‑Furūq al‑Lughawiyyah Fī al‑Qur’ān al‑Karīm. Beirut: Dār al‑Kutub al‑‘Ilmiyyah. 2001.

Ashfahani, Abual-Qasim al-Raghib al-. Mufradat Fi Gharib Al-Qur’an. Beirut: Dar al-Fikr. 2008.

Baqi’, Muhammad Fu’ad ’Abd al-. al-Mu’jam al-Mufahras li al-Fâzh Al-Qur’an al-Karim. Mesir: Dâr al Kutub al Misriyya. 1998.

Hafni Sahir, Syafrida. Metodologi Penelitian. Cet. 1. Jogjakarta: Penerbit KBM Indonesia. 2021.

Ibn Faris Ibn Zakariya, Ahmad. Mu’jam Maqayis al-Lughah. Beirut: Dâr al-Fikr. 1979.

Iskandar. Kontroversi Kaidah Taraduf Dalam Al-Qur’an. Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Qur’an Dan Tafsir. vol. Vol. 01, no. 02.

Jurjani, Ali bin Muhammad al-. Mu’jam al-Ta’rifat. Beirut: Dar al-Kutub al-’Iimiyyah. 2009.

Khalfullah, Muhammad. Tsalatsa Rasail Fi I’jaz Al-Qur’an: Li al-Rummani Wa al-Khatabi Wa ‘Abdu al-Qahir al-Jurjani: Fi Dirasat al-Quraniyah Wa Naqdi al-Adabi. Mesir: Dar al-Ma’arif. 1976.

labi, Abd al-Malik bin Muhammad Abu Manshur al-Tsa’. Majalis Al-Tsa’lab. Kairo: Dar al-Ma’arif. n.d.

Manzhur, Ibnu. Lisân al-’Arab. Al-Qâhirah: Dâr al-Ma’arif. Oktober 2016.

Munajad, Muhammad Nuruddin al-. Tarâduf fi Al-Qur’an al-Karim,. Damaskus: Dâr al-Fikr. 1997.

Pateda, Mansoer. Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta. 2001.

Qaththan, Manna’ al-. Mabâhith Fi ‘Ulum Al-Qur’An. (Mansyurat al-‘Asr al- Hadith. 1990.

Ramadhan, Muhammad. Metode Penelitian. Surabaya: Cipta Media Nusantara. 2021.

St Nurhalisa, Abdul Gafur, Basri Mahmud, Wardani. Membongkar Teori Anti-Sinonimitas Aisyah Bintu Syatih Dan Implikasinya Dalam Penafsiran Al-Qur’an. El-Maqra’ (Tafsir, Hadis Dan Teologi). vol. Vol. 03, no. 01.

Suyuthi, Jalaluddin Abdurrahman al-. Al-Muzhir. Kairo: Maktabah Dar al-Turats. n.d.

Tawwab, Ramadhan Abd al-. Fushul Fi Fiqh Al-Lughah. Kairo: Khanji. 1999.

Thibiy, Husain bin Abdillah al-. Futûh Al-Ghaib Fi al-Kasyf “an Qinâ” al-Rayb. Dubai: Dubai Internasional Holy Qur’an Award. 2013.

Ullmann, Stephen. Semantics: An Introduction to the Science of Meaning. Oxford: Basil Blackwell. 1962.

Umar, Ahmad Mukhtar. Ilm Al-Dilalah. Kairo: Ilm al-Kutub. 1998.

Zamakhsyarî, Abu al-Qâsim Mahmud Ibn Umar Ibn Muhammad Ibn Umar al-Khawarizmî al-. al-Kasysyâf ‘an Haqa’iq Ghawamid al-Tanzil wa ‘Uyun al-Aqawil fi Wujuh al-Ta’wil. Beirut, Lebanon: Dâr al-Maʿrifah. 2009.

Zarkasi, Badaruddin Muḥammad Ibn ’Abdillah az-, and Abu al-Faḍl ad-Dimyâṭî. al-Burhân fī ʿUlum Al-Qurʾan. al-Qâhirah: Dâr al-Ḥadits. 2006.

Zgusta, Ladislav. Manual of Lexicography. Paris: Mouton. 1971.

Downloads

Published

2025-12-27

Issue

Section

Articles