Dekonstruksi Makna Ya’juj dan Ma’juj dalam QS. al-Kahfi: 94

Analisis Ekoteologis melalui Hermeneutika Paul Ricoeur

Authors

  • Muhammad Fadli Rahman UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.14421/jm.2026.51.03

Keywords:

Ekoteologi, Hermeneutika Paul Ricoeur, QS. al-Kahfi:94

Abstract

Surah al-Kahf:94 recounts the story of a people who sought assistance from a king named Dhul-Qarnayn to construct a barrier. This wall was intended to separate them from Ya’juj and Ma’juj (Gog and Magog), who were known for spreading corruption and chaos across the land. As eras progress, so too does human knowledge and the necessity for guidance from the Holy Qur’an—the definitive manual for every Muslim.This article aims to present a contemporary interpretation of QS. al-Kahf:94 that resonates with modern readers, utilizing the hermeneutic framework proposed by Paul Ricoeur. The central research question is: How can QS. al-Kahf:94 be interpreted through the perspective of Paul Ricoeur’s hermeneutics? In the author’s view, Ya’juj and Ma’juj represent individuals or entities that commit systemic destruction on Earth. The devastation they cause involves the reckless destruction of the environment—treating nature as a mere commodity to be enjoyed and subsequently abandoned in a state of ruin without accountability. From this perspective, humanity views the natural world solely as an object for exploitation to achieve personal interests.In various exegetical literatures, interpretations of Ya’juj and Ma’juj vary significantly. Some scholars identify them as a specific tribe that will emerge to spread corruption before the Day of Judgment. Imran Hosein suggests that Ya’juj and Ma’juj refer to nuclear-armed nations intent on causing global destruction through warfare. Similarly, in his commentary, Buya Hamka defines Ya’juj and Ma’juj as any movement or force that brings about corruption and ruin on Earth

QS. al-Kahfi:94 menceritakan kaum yang meminta pertolongan kepada seorang raja bernama Żulkarnain, agar membangunkan mereka sebuah tembok untuk memisahkan mereka dari Ya’juj dan Ma’juj yang suka merusak di bumi. Seiring dengan berkembangnya zaman maka berkembang pula ilmu pengetahuan dan kebutuhan manusia akan petunjuk dari kitab suci -al-Qur’an- yang menjadi pedoman bagi setiap muslim. Artikel ini bertujuan untuk menghadirkan pemaknaan QS. al-Kahfi:94 yang relate dengan pembaca, yang akan diteliti menggunakan hermeneutika yang digagas oleh Paul Ricoeur. Masalah yang dapat dirumuskan dari penelitian ini adalah, bagaimana pemaknaan QS.al-Kahfi:94 dalam perspektif hermenutika Paul Ricoeur? Ya’juj dan Ma’juj sendiri menurut hemat penulis merupakan manusia yang suka berbuat kerusakan di bumi, kerusakan yang mereka perbuat adalah menghancurkan alam secara  serampangan, menjadikan alam  hanya dinikmati kemudian ditinggal dalam keadaan rusak tanpa pertanggungjawaban, manusia menganggap alam sebagai sesuatu yang harus dieksploitasi demi meraih kepentingan pribadi. Dalam beberapa literatur tafsir, Ya’juj dan Ma’juj memiliki penafsiran yang beragam, ada yang mengatakan mereka adalah satu kaum yang suka berbuat kerusakan yang akan muncul sebelum hari kiamat. Imran Hosein yang  menyebutkan Ya’juj dan Ma’juj merupakan bangsa-bangsa yang memiliki nuklir dan ingin melakukan kerusakan di muka bumi, dengan berperang. Begitu juga Buya Hamka dalam tafsirnya menyebut Ya’juj dan Ma’juj merupakan setiap gerak yang merusak di bumi.

References

Abdul Karim Amrullah, Abdul Malik. Tafsir Al-Azhar. 2nd ed. Singapore: Pustaka Nasional Pte Ltd Singapura, 1989.

Al-Hafi, Aban, Fanny Azzahra, and M. Yahya. Di Manakah Gerangan Kebenaran? Jakarta Selatan: PTIQ Press, 2022.

Al-Qurṭūbī, Abū Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Abī Bakr bin Farh al-Anṣārī al-Khazraji al-Andalūsī. Tafsir Al-Qurthubi. Pustaka Azzam (terj.), n.d.

Al-Rāzi, Muhammad Fakhr al-Dīn bin al-‘Allamah Ḍiyā’u al-Dīn ‘Umar. “Mafātiḥ Al-Ghaib.” Kairo: Dār al-Fikr lī al-Ṭabā’ah wa al-Nasyr wa al-Tauzī’, 1981.

Bariqi, Sirajuddin. “Ya’juj Dan Ma’juj Dan Hubungannya Dengan Dunia Modern: Telaah Atas Penafsiran Imran Hosein Dalam An Islamic View of Gog and Magog in the Modern World.” Nun 6, no. 2 (2020).

Fithri, Widia. “Kekhasan Hermeneutika Paul Ricoeur.” Tajdid 17, no. 2 (2014).

Hosein, Imran N. An Islamic View of Gog and Magog In The Modern World. San Fernando: Masjid Jāmi’ah, 2009.

Ibn Fāris, Abī al-Husain Aḥmad. Maqāyis Al-Lughah. Beirut: Dār al-Jīl, 1990.

Jamal, Syukron. “Konsep Dan Implementasi Ekoteologi Dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam.” Advances In Education Journal 2, no. 1 (2025).

Keraf, A.Sonny. Filsafat Lingkungan Hidup. Yogyakarta: PT Kanisius, 2014.

Mahridawati. “Teori Interpretasi Paul Ricoeur Dan Implikasinya Dalam Studi Al-Qur’an.” Tarbawi 10, no. 2 (2022).

Manẓūr, Ibn. Lisān Al-`Arab. Beirut: Dār al-Kutub ilmiyyah, 1990.

Maulidiyah, Izatul Muhidah, and AIda Mushbirotuz Zahro. “Telaah Perbandingan Metode Tafsir Maqāṣidī Dan Maʿnā Cum Maghzā Dalam Penafsiran Al-Qur’an.” Jurnal Moderasi: The Journal of Ushuluddin and Islamic Thought, and Muslim Societies 1, no. 2 (2021).

Muhtarisah, Nabilatul, and Wahidul Anam. “Fenomena Hedonisme: Kajian Tafsir Dan Hermeneutika Paul Ricoeur Terhadap QS. Al-Isra’:27 Bagi Gaya Hidup Mahasiswa Masa Kini.” An-Natiq 4, no. 2 (2024). https://doi.org/http://dx.doi.org/an-natiq.v4i2.22103.

Mukaromah, Khulisotul, Mahmurudin, and Umar Fauzi. “Eksistensi Ya’juj Wa Ma’juj Perspektif Para Mufasir.” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman 1, no. 1 (2024).

Nasr, Sayyid Hossein. Problematika Krisis Spiritual Manusia Kontemporer. Yogyakarta: IRCiSoD, 2022.

Ricoeur, Paul. Hermeneutika Ilmu Sosial. Edited by Jhon B Thompson. Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2008.

Ridwanin, Parid. “Ekoteologi Dalam Pemikiran Badiuzzaman Said Nursi.” Lentera: Jurnal Ilmu Dakwah Dan Komunikasi 1, no. 1 (2017).

Soleha, Marwa Maratus. “Paul Ricoeur’s Hermeneutic Approach in Islamic and Exegetical Studies.” Aqlania: Jurnal Filsafat Dan Teologi Islam 15, no. 2 (2024).

Wasim, Arif Al. “Hermeneutika Etik Paul Ricoeur Dan Relevansinya Terhadap Penafsiran Al-Qur’an.” An-Nawa 2, no. 1 (2020). https://doi.org/https://doi.org/10.37758/934mfz03.

Downloads

Published

2026-02-07

Issue

Section

Articles