Mengelola Dunia Tanpa Melupakan Akhirat
Analisis Hermeneutika Gadamer atas Tafsir Al-Azhar Karya Hamka terhadap Q.S. Al-Mulk: 15
DOI:
https://doi.org/10.14421/jm.%25xKeywords:
Hans-Georg Gadamer, Tafsir Al-Azhar, Qs.Al-Mulk:15Abstract
AbstractThe rapid development of digital technology often shifts human consciousness away from the ephemeral nature of the world. Life orientations tend to focus solely on worldly achievements, while the awareness that life is eternal in the hereafter and that every action will be held accountable is frequently neglected. This research discusses the relevance of QS. Al-Mulk verse 15 in facing the dynamics of modern life through the hermeneutic perspective of Hans-Georg Gadamer. Generally, this verse is understood as a foundation for work ethics and the utilization of Earth's resources, making it a frequent basis for Islamic economic discourse. However, Hamka’s Tafsir Al-Azhar provides a different emphasis: that the core message of this verse lies in the closing phrase, “and to Him is the resurrection.” This assertion indicates that all forms of human activity, including technological exploration and the pursuit of sustenance, must exist within an eschatological framework. Through the fusion of horizons proposed by Gadamer, understanding is formed by merging the horizon of the reader with the horizon of the text, thereby generating a new, broadly relevant understanding rather than merely repeating previous meanings. This study demonstrates that the verse remains highly relevant in addressing the challenges of modern life, emphasizing the balance between worldly productivity and moral-spiritual consciousness amidst technological advancement and the psychological pressures caused by the massive flow of information.
Keywords: Hans-Georg Gadamer, Tafsir Al-Azhar, QS. Al-Mulk: 15.
Abstrak
Perkembangan teknologi digital yang pesat kerap menggeser kesadaran manusia terhadap sifat dunia yang fana. Orientasi hidup cenderung terfokus pada pencapaian duniawi semata, sementara kesadaran bahwa setiap kehidupan yang kekal di akhirat dan perbuatan akan dipertanggungjawabkan di akhirat kerap terabaikan. Penelitian ini membahas relevansi QS. Al-Mulk ayat 15 dalam menghadapi dinamika kehidupan modern melalui perspektif hermeneutika Hans-Georg Gadamer. Secara umum, ayat ini dipahami sebagai dasar etos kerja dan pemanfaatan sumber daya bumi, sehingga sering dijadikan landasan bagi diskursus ekonomi Islam. Namun, Tafsir Al-Azhar karya Hamka memberikan penekanan berbeda, yaitu bahwa inti pesan ayat ini justru terletak pada frasa penutup “dan kepada-Nyalah kamu akan kembali”. Penegasan tersebut menunjukkan bahwa segala bentuk aktivitas manusia, termasuk eksplorasi teknologi dan pencarian rezeki, harus berada dalam bingkai kesadaran eskatologis. Melalui fusion of horizons yang ditawarkan oleh Gadamer, pemahaman terbentuk melalui peleburan antara horizon pembaca dan horizon teks, sehingga melahirkan pemahaman baru yang luas relevan dan tidak hanya mengulang makna sebelumnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa ayat tersebut tetap relevan dalam menghadapi tantangan kehidupan modern, dengan menekankan keseimbangan antara produktivitas duniawi dan kesadaran moral-spiritual di tengah kemajuan teknologi dan tekanan psikologis akibat laju informasi yang masif.
Kata Kunci: Hans-Georg Gadamer, Tafsir Al-Azhar, QS. Al-Mulk: 15References
Abbas, Nurlaelah. Muhammad Abduh : Konsep Rasionalisme Dalam Islam. Jurnal Dakwah Tabligh. vol. 15, no. 1.
Al-’Aridi, Ali Hasan. Sejarah dan Metodologi Tafsir. 1 ed. Jakarta: Rajawali. 1992.
Alviyah, Avif. Metode Penafsiran Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. Ibnu Ushuluddin. vol. 15, 29.
Al-Zamzami, Mutaqin. Analisis Kaidah Takhsis Terhadap Penafsiran Ayat-Ayat Pernikahan Beda Agama dalam Tafsir Al-Misbah dan Tafsir Al-Azhar. UIN Sunan Kalijaga. 2019.
Amilia, Ani. Flexing Bersedekah di Media Sosial QS. Al-Baqarah: 271 (Prespektif Tafsir Al-Azhar). Maghza., 2024, 263.
Anna Dina Kalifia, Feby Indranu Meylanda Kesuma. Pengaruh Media Sosial Terhadap Tingkat Anxiety Pada Remaja: Sebuah Analisis Dengan Rapidminer. Jurnal Ilmiah Multidisiplin. vol. Vol. 1, No. 3, 177–78.
Azzam, Muhammad, dan Ela Nurlela. Tasawuf Modern Hamka: Telaah Arti Kebahagiaan. Qolamuna: Keislaman, Pendidikan, Literasi dan Humaniora. vol. 1, no. 1, 19–26. https://jurnal.qolamuna.id/index.php/JQ/article/view/7.
Endang Lestari, Umi Fatonah , Nadiyatus Syifa , Nadya Rahmadayanti , Noor Azizah , Anna Nur Faidah, Sudirwo. Sosialisasi Dampak Perkembangan Teknologi dan Internet pada Generasi Z di Banjarmasin. Damhil: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat., 2024.
Gusmian, Islah. Khazanah Tafsir Indonesia: dari Hermeneutika, wacana, hingga ideologi. Jakarta: Teraju. 2003.
Hamka. Tafsir Al-Azhar. Pustaka Nasional PTE LTD Singapura. 1992.
Hasbullah, Mushollin, dan Badarussyamsi Badarussyamsi. Generasi Muda Dalam Al-Qur’an Perspektif Tafsir Al-Azhar Dan Tafsir Al-Misbah | Journal of Comprehensive Islamic Studies, Desember 2022.
https://journal.centrism.or.id/index.php/jocis/article/view/150.
Hidayati, Husnul. Metodologi Tafsir Kontekstual Al-Azhar Karya Buya Hamka. el-umdah., 2018, 32.
Huda, Nur, Nur Hamid, dan Muhammad Khoirul Misbah. Konsep Wasathiyyah M. Quraish Shihab Dalam Tafsir Al-Misbah (Analisis Hermeneutika Hans-Georg Gadamer). International Journal Ihya’ ’Ulum al-Din. vol. 22, no. 2, 198–231. https://doi.org/10.21580/ihya.22.2.6768.
Iskandar, Salman. 55 tokoh Muslim Indonesia paling berpengaruh. Solo: Tinta Medina. 2011.
M. Quraish Shihab. Tafsir al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati. 2002.
Prasetyono, Emanuel. Fusi Horison Dalam Hermeneutika Hans-Georg Gadamer: Model Saling Memahami Dalam Dialog Antar Budaya. Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara., 2022, 9.
Prof. Dr. Hamka. Tasawuf Modern. Jakarta Selatan: Republika Penerbit. 2015.
Richard E. Palmer. Hermeneutika Teori Interpretasi dalam Pemikiran Schleiermacher, Dilthey, Heidegger, dan Gadamer. IRCiSoD. 2022.
Rouf, Ahmad Bahtiar, Lailatun Nihayah, dan Ana Rahmawati. Keseimbangan Hidup Dunia Dan Akhirat. Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-Qur’an Bahasa Dan Seni. vol. 12, no. 1, 01–09. https://doi.org/10.69880/al-furqan.v12i1.177.
Sahiron Syamsuddin. Hermeneutika dan Pengembangan Ulumul Qur’an (Edisi Revisi dan Perluasan). Yogyakarta: Nawasea Press. 2017.
Saiful Amin Ghafur. Profil Para Mufassir al-Qur’an. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani. 2008.
Sihombing, Muhammad Ebin Rajab, Amrina Sihombing, dan Mastika Rambe. Mengurai Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Tafsir Al-Azhar (Analisis Hermeneutik Hans Georg-Gadamer). Al-Wasatiyah: Journal of Religious Moderation. vol. 2, no. 2, 137–67. https://doi.org/10.30631/jrm.v2i2.48.
Suroiyya, Farah Octa, dan Bakharudin All Habsy. Tinjauan Overthingking dan Berbagai Intervensi Konseling Untuk Mengatasinya. Universitas Negeri Surabaya., t.t., 129.
Tia Ristika Sari. Kualitas Hidup Generasi Z Di Tengah Kemajuan Teknologi. Yayasan Darussalam Bengkulu., 2024.
Yusuf, Yunan. Corak Pemikiran Kalam Tafsir Al-Azhar Sebuah Telaah Atas Pemikiran Hamka Dalam Teologi Islam. Jakarta: Penerbit Pustaka Panjimas. 1990.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Puji Izzatulbuhtiah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


