Makna Fasād Sebagai Tanda Kosmik

Analisis Semiotika Peirce dalam Tafsir Ekoteologis

Authors

  • Hifsa Nurrahim UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.14421/jm.2026.52.01

Keywords:

Fasād, Semiotika Pierce, Ekoteologi

Abstract

This study examines the meaning of fasād as a cosmic sign through Charles Sanders Peirce’s semiotic approach from an eco-theological interpretive perspective. The term fasād in the Qur’an does not merely refer to moral degradation but is also interpreted as an indication of massive ecological damage resulting from anthropogenic actions, by applying Peirce’s triad of representamen, object, and interpretant. It identifies the term fasād and the phenomenon of the environmental crisis as the representamen, links them to the empirical reality of environmental degradation as the object, and ultimately produces an interpretant in the form of a transformative eco-theological interpretation. This study analyzes contemporary environmental crisis phenomena such as global warming, clean water scarcity, air pollution, and the forest fires currently occurring in Indonesia as an interconnected system of signs. Through an eco-theological lens, these signs are interpreted as warnings of the loss of natural balance (mīzān) and the neglect of humanity’s stewardship as khalīfah. The research findings indicate that fasād constitutes a cosmic semiosis representing the logical consequences of exploitative behavior. This study concludes that a reorientation of Qur’anic interpretation is essential to better address the ecological crisis and foster a transcendental awareness in environmental conservation. This research offers a theoretical contribution to the development of an environmental theology grounded in a semiotic analysis that is more relevant to the ecological crisis.

Penelitian ini mengkaji makna fasād sebagai tanda kosmik melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce dalam perspektif tafsir ekoteologis. Istilah fasād dalam Al-Qur’an tidak hanya menunjuk pada degradasi moral, tetapi juga diartikan sebagai isyarat kerusakan ekologis masif akibat tindakan antropogenik, dengan mengaplikasikan triadik Peirce representamen, objek, dan interpretant, mengidentifikasi istilah fasād dan fenomena krisis lingkungan sebagai representamen, mengaitkannya dengan realitas empiris kerusakan alam sebagai objek, hingga menghasilkan interpretan berupa pemaknaan ekoteologis yang transformatif penelitian ini menganalisis fenomena krisis lingkungan kontemporer seperti kenaikan suhu global, kelangkaan air bersih, polusi udara, serta kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia saat ini, sebagai sistem tanda yang saling terhubung. Melalui lensa ekoteologis, tanda-tanda tersebut ditafsirkan sebagai bentuk peringatan atas hilangnya keseimbangan alam (mīzān) dan pengabaian amanah manusia sebagai khalīfah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasād merupakan semiosis kosmik yang merepresentasikan konsekuensi logis dari perilaku eksploitatif. Kajian ini menyimpulkan pentingnya reorientasi penafsiran Al-Qur’an yang lebih responsif terhadap krisis ekologi guna mendorong kesadaran transendental dalam pelestarian lingkungan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan teologi lingkungan berbasis analisis tanda yang lebih relevan terhadap krisis ekologi kontemporer.

 

References

‘Abd Al-Baqi, Muhammad Fua. l-Mu‘Jam Al-Mufahras li Alfazh Al-Qur’An. Al-Qahirah: Dar al-Hadis, 2007.

Agita, Nadia, dan Muhammad Safwan Harun. “Rekonstruksi Makna Fasad Dalam Isu Pemanasan Global Perspektif Tafsir Maqasidi.” Al-Qudwah 3, no. 1, 2025.

Ahmad Musthafa Al-Maraghi. Tafsir Al-Maraghi. Maktabah Musthafa al-Jailāni, 2001.

Al-Qurṭubī. Al-Jāmi' li Aḥkām al-Qur’ān. Dār al-Kutub al-'Ilmiyyah, 2006.

Awwaliyah, Neny Muthiatul, Siti Robikah, dan Sri Haryati Lestari. “Aurat Laki-Laki Dan Perempuan Dalam Al Quran: Kajian Tematik Dengan Analisis Semiotik Charles Sanders Pierce.” Fatayat Journal of Gender and Children Studies 1, no. 1, 2023.

Azza Farida, Iffa Nurul, Abdul Fatah, dan Althaf Husein Muzakky. “Interpretasi Kata Fasād dan Dampak Terhadap Kerusakan Lingkungan.” Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam 6, no. 2, 2025.

Diman, Hasbullah. “Model Tafsir Ayat-Ayat Ekologis Menurut Ulama Tafsir Kontemporer di Era Digital.” Jurnal Sosial Teknologi 5, no. 11, 2025.

Reflita. dkk. Tafsir Ayat-ayat Ekologi, Membangun Kesadaran Ekoteologis Berbasis Al-Qur’an. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2025.

El-Habsa, Isna Tsania, Muhammad Alif, dan Sholahuddin Al Ayubi. “Konsep Ekoteologi dalam Perspektif Al-Qur’an: Studi Qur’an Tematik Dengan Pendekatan Grounded Theory.” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 3, no. 5, 2025.

Fadli, Muhammad, M. Syahril Huda, Muhammad Alfarizi, Usnatul Putri, dan Abdul Majid. “Larangan Merusak Lingkungan Dalam QS. Al-A’raf [7]: 56 Perspektif Tafsir Maqashidi.” Qur’ania: Jurnal Ilmu al-Qur’an Dan Tafsir 1, no. 2, 2025.

Fajar, Muhamad. “Jalinan Ayat Untuk Bumi: Munāsabah Qur’an Sebagai Moral Idea di Tengah Krisis Ekologis.” Journal of Ulumul Qur’an and Tafsir Studies 4, no. 2, 2025.

Fazlur Rahman. Major Themes of the Qur’an. University of Chicago Press, 2009.

Ilmaknun, Lulu, dan Aida Arini. “Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Berbasis Al-Qur’an: (Analisis Ekoteologi Tafsir Al-Misbah QS. Al-A’raf 56-58).” Al-Adawat : Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah 4, no. 02, 2025.

M. Quraish Shihab. Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian al-Qur’an, Vol. 1. Lentera Hati, 2002.

Maimun, Maimun. “Paradigma Ekoteologis dalam Pembentukan Fiqh Ramah Lingkungan.” Journal of Islamic Education and Law 1, no. 2, 2025.

Moge, Romi, Achmad Abubakar, dan Mardan. “Ecological Education In the Perspective of The Qur’an: Islamic Solutions to Environmental Crisis and Climate Change.” Irfani 21, no. 3, 2025.

Nafisah, Mamluatun. “Tafsir Ekologi:” Al-Fanar: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir 2, no. 1, 2019.

Qodriatinnisa, Raden Rifa, Wildan Taufiq, dan Dadan Rusmana. “Huruf Muqaṭṭa’ah: Penafsiran Ulama Kalam dan Ulama Sufi dalam Perspektif Semiotika Pierce.” REVELATIA Jurnal Ilmu Al-Qur`an Dan Tafsir 5, no. 1, 2024.

Rahman, Muhammad Fadli. “Dekonstruksi Makna Ya’juj dan Ma’juj dalam QS. al-Kahfi: 94: Analisis Ekoteologis Melalui Hermeneutika Paul Ricoeur.” Jurnal Moderasi 6, no. 1, 2026.

Rizal, Teuku Muhammad, dan Maula Sari. “Makna Nisyan dalam Al-Qur’an Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce.” Revelatia Jurnal Ilmu Al-Qur`an Dan Tafsir 3, no. 1, 2022.

Rizkiyah, Zidni Alfani, dan Dian Erwanto. “Menghadapi Fenomena Kerusakan di Muka Bumi (Kajian Lafadz Fasad dalam Q.S Ar-Rum: 41).” Mushaf Journal: Jurnal Ilmu Al Quran Dan Hadis 2, No. 2, 2023.

Seyyed Hossein Nasr. Man and Nature: The Spiritual Crisis of Modern Man. George Allen & Unwin, 1968.

Tafsīr al-Munīr fī al-'Aqīdah wa al-Sharī‘ah wa al-Manhaj. Juz 21. Dār al-Fikr, 1991.

Wulandari, Antika, Ummy Almas, dan Nur Laili Nabilah Nazahah Najiyah. “Menelusuri Makna Term Fasād Dan Relevansinya Terhadap Kasus Kebakaran Hutan Dan Lahan: Analisis Atas QS. Ar-Rum Ayat 41 Perspektif Tafsir Maqashidi.” Qudwah Qur’aniyah: Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Tafsir 2, no. 2, 2024.

Downloads

Published

2026-04-30

Issue

Section

Articles