Manajemen Pendidikan Inklusif SMA Muhammadiyah di Kota Yogyakarta

Dyah Witasoka
* Universitas Negeri Yogyakarta

DOI: https://doi.org/10.14421/ijds.030202

Abstract


This study is aimed at analyzing the activities of education management at the inclusive senior high schools affiliated to Muhammadiyah Foundation in Yogyakarta. The activities involved planning, implementation, and supervision in the curriculum and learning management, teachers and education personnels management, students management, facilities and infrastructure management, and budget management. This study was a phenomenology research with qualitative approach. This research results in three major findings. First, these inclusive high schools did not make any special planning in conducting an inclusive education. Second, these inclusive High school tried to manage activities based on the needs and characteristics of students with disabilities. Third, the school principals were involved directly in the implementation of inclusive education in their schools. Therefore, the school principals had a direct communication and interaction with the teachers, GPK (supporting) teachers, and the students with disabilities to monitor the inclusive service provided.

[Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan manajemen pendidikan pada SMA inklusif yang berada dalam naungan yayasan Muhammadiyah di Kota Yogyakarta. Kegiatannya mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan mulai dari manajemen kurikulum dan pembelajaran, manajemen pendidik dan tenaga kependidikan, manajemen peserta didik, manajemen sarana dan prasarana, serta manajemen pembiyaan.Penelitian ini merupakan penelitian fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan utama. Pertama, SMA Inklusif tidak memiliki perencanaan khusus dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif. Kedua, SMA Inklusif berusaha melaksanakan kegiatan manajemen sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa difabel. Ketiga, Kepala sekolah memiliki keterlibatan langsung dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif di sekolahnya. Oleh karena itu, kepala sekolah melakukan komunikasi dan interaksi langsung dengan tenaga pendidik, tenaga GPK, bahkan siswa difabel agar dapat memantau pelayanan inklusif yang diberikan.]


Keywords


inclusive education; school management; Muhammadiyah schools; students with disabilities;manajemen pendidikan inklusi; siswa difabel; sekolah Muhammadiyah;

Full Text:

PDF

References


Adams, D., Harris, A., & Jones, M. S. (2016). Teacher-parent Collaboration for an Inclusive Classroom: Success for Every Child. Malaysian Online Journal of Educational Sciences, 4(3), 58–71.

Al-Natour, M., Amr, M., & Al-Zboon, E. (2015). Examining Collaboration and Constrains on Collaboration between Special and General Education Teachers in Mainstream Schools in Jordan. International Journal of Special Education, 30(1), 64–77.

Amirin, T. M. (2013). Manajemen Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.

Azmah Ab. Latiff, M., Mohamed, W. A. W., & Asran, M. A. (2015). Implementation of Inclusive Education for Special Needs Learners with Learning Disabilities. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 204, 81–87. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.08.115

Chan, T., & Yuen, M. (2015). Inclusive Education in an International School: A Case Study from Hong Kong. International Journal of Special Education, 30(3), 86–97.

Dapa, A., Duyo, U.,& Marentek, L. K. M. (2007). Manajemen Pendidikan Inklusif. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Direktorat Ketenagaan.

Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa. (2009). Pedoman Khusus Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif: Pengadaan dan Pembinaan Tenaga Pendidik. Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional.

Ilahi, M. T. (2013). Pendidikan Inklusif: Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Retrieved from http://library.fip.uny.ac.id/opac/index.php?p=show_detail&id=7385

Kustawan, D. (2012). Pendidikan Inklusif & Upaya Implementasinya: Pedoman Teknis Penyelenggaraan Permendiknas No. 70, Tahun 2009.

Kustawan, D. (2013). Manajemen Pendidikan Inklusif. Jakarta: Luxima Metro Media.

LePage, P., Courey, S., Fearn, E. J., Benson, V., Cook, E., Hartmann, L., & Nielsen, S. (2010). Curriculum Recommendations for Inclusive Teacher Education. International Journal of Whole Schooling, 6(2), 19–45.

Mudjito, Elfindri, Harizal, & Rimilton Riduan. (2014). Pendidikan Layanan Khusus Model-model dan Implementasi (Baduose Media). Jakarta.

Subramaniam, M. (2013). School Librarians as Ambassadors of Inclusive Information Access for Students with Disabilities. School Library Research, 16. Retrieved from https://eric.ed.gov/?q=School+librarians+as+ambassador+of+inclusive+information+access+for+student+with+disabilities&id=EJ1012827

Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI. (2010). Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Zahroh, A. (2014). Total Quality Management: Teori dan Praktik Manajemen untuk Mendongkrak Mutu Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Retrieved from http://library.fip.uny.ac.id/opac/index.php?p=show_detail&id=7583




Copyright (c) 2016 Dyah Witasoka