Pendidikan Dasar Inklusif di Kabupaten Pati: Harapan dan Kenyataan

Sulthon Sulthon
* Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

DOI: https://doi.org/10.14421/ijds.060107

Abstract


This study examines the implementation of inclusive elementary education in Pati district. Data collection was carried out through interviews and observations of eight students with disabilities who attended inclusive elementary schools in Pati Regency, 6 teachers, and 3 school principals. Data analysis was performed using data reduction techniques, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the implementation of inclusive basic education in Pati Regency is not under idealized conditions because in its implementation the school still limits students with disabilities who are accepted. Schools only accept those who have non-physical disabilities (intellectual disability, slow learning, and sensory disabilities). School considerations are: 1) easy in learning services; 2) worry if parents of non-disabled students refuse and move their children to another school; 3) there are obstacles in learning services because they do not have special support teachers and the lack of inclusive learning facilities and infrastructure.

[Makalah ini meneliti pelaksanaan pendidikan dasar inklusif di kabupaten Pati. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi terhadap delapan siswa difabel yang bersekolah di SD inklusif di Kabupaten Pati, 6 guru, dan 3 kepala sekolah. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan dasar inklusif di Kabupaten Pati belum sesuai dengan kondisi yang diidealkan karena dalam pelaksanaannya sekolah masih membatasi siswa difabel yang diterima. Sekolah hanya menerima mereka yang mengalami disabilitas non-fisik saja (disabilitas intelektual, lambat belajar, dan disabilitas sensorik). Pertimbangan sekolah adalah: 1) mudah dalam layanan pembelajaran; 2) merasa khawatir jika orang tua siswa non-difabel menolak dan memindahkan anaknya ke sekolah lain; 3) adanya kendala dalam layanan pembelajaran karena tidak memiliki guru pembimbing khusus, dan kurangnya sarana dan prasarana pembelajaran inklusif.]


Keywords


inclusive education; inclusive elementary schools; inclusive education in Pati; students with mental disability; pendidikan inklusif; SD inklusif; sekolah inklusif di Pati; pendidikan penyandang disabilitas mental

Full Text:

PDF

References


Agustinah. (2019, Maret 28). Pendidikan Inklusi bagi Anak Disabilitas antara Idealitas dan Realitas [Wawancara].

AML. (2019, Maret 23). Pendidikan Inklusi bagi Anak Disabilitas antara Idealitas dan Realitas [Wawancara].

Asiyah, D. (2018). Dampak Pola Pembelajaran Sekolah Inklusi terhadap Anak Berkebutuhan Khusus. Prophetic: Professional, Empathy and Islamic Counseling Journal, 1(01). Diambil dari http://www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/prophetic/article/view/3480

DDK. (2019, Maret 23). Pendidikan Inklusi bagi Anak Disabilitas antara Idealitas dan Realitas [Wawancara].

Depdiknas. (2005). Pedoman Penyelenggara Pendidikan Terpadu/Inklusif: Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah Inklusif. Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa.

Evanjeli, L. A. (2015). Model Pendidikan Inklusi Anak dengan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas. Jurnal Kependidikan Widya Dharma, 28(1). Diambil dari https://www.usd.ac.id/lembaga/lppm/jurnal.php?id=abstraksi&model=volume&id_j=18&id_m=1106&id_k=1231

Isabella, P., Emosda, E., & Suratno, S. (2014). Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi Bagi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus Di SDN 131/IV Kota Jambi. Jurnal Tekno-Pedagogi, 4(2). Diambil dari https://online-journal.unja.ac.id/pedagogi/article/view/2292

Jalil. (2019, Maret 28). Pendidikan Inklusi bagi Anak Disabilitas antara Idealitas dan Realitas [Wawancara].

Jumiatun. (2019, Maret 28). Pendidikan Inklusi bagi Anak Disabilitas antara Idealitas dan Realitas [Wawancara].

Junanto, S., & Kusna, N. A. A. (2018). Evaluasi Program Pembelajaran di PAUD Inklusi dengan Model Context, Input, Process, and Product (CIPP). INKLUSI, 5(2), 179–194. https://doi.org/10.14421/ijds.050202

Kadir, A. (2016). Penyelenggaraan Sekolah Inklusi Di Indonesia. Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies), 3, 1. https://doi.org/10.15642/pai.2015.3.1.1-22

Kartini. (2019, Maret 20). Pendidikan Inklusi bagi Anak Disabilitas antara Idealitas dan Realitas [Wawancara].

Kemendikbud. (2017, Februari 1). Sekolah Inklusi dan Pembangunan SLB Dukung Pendidikan Inklusi. Diambil 30 Juli 2019, dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan website: https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2017/02/sekolah-inklusi-dan-pembangunan-slb-dukung-pendidikan-inklusi

Maftuhin, A. (2018). Disabilitas dan Pendidikan Inklusif di Negeri-negeri Selatan. INKLUSI, 5, 291. https://doi.org/10.14421/ijds.050207

MHM. (2019, Maret 28). Pendidikan Inklusi bagi Anak Disabilitas antara Idealitas dan Realitas [Wawancara].

Miftahurrahmah, M. (2017). Pembinaan Guru Sekolah Dasar Inklusi Di SD Negeri Langenharjo 02 Kecamatan Margorejo dan SD Negeri Trangkil 06 Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati. Hanata Widya, 6(5), 90–97.

NFH. (2019, Maret 28). Pendidikan Inklusi bagi Anak Disabilitas antara Idealitas dan Realitas [Wawancara].

Pratiwi, J. C. (2016). Sekolah Inklusi Untuk Anak Berkebutuhan Khusus: Tanggapan Terhadap Tantangan Kedepannya. Prosiding Ilmu Pendidikan, 1(2). Diambil dari http://www.jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/pip/article/view/7725

Rakhmawati, S. (2002). Pendidikan Inklusif Ketika hanya ada sedikit sumber. Terjemahan.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D (cet. 6). Alfabeta.

Sujai, A. (2019, Maret 28). Pendidikan Inklusi bagi Anak Disabilitas antara Idealitas dan Realitas [Wawancara].

Sulasih. (2019, Maret 28). Pendidikan Inklusi bagi Anak Disabilitas antara Idealitas dan Realitas [Wawancara].

Sunanto, J. (2016). Indeks Inklusi dalam Pembelajaran di Kelas yang Terdapat ABK di Sekolah Dasar. JASSI ANAKKU, 8(2), 78–84.

Tarnoto, N. (2016). Permasalahan-Permasalahan yang Dihadapi Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi Pada Tingkat SD. HUMANITAS: Indonesian Psychological Journal, 13(1), 50–61. https://doi.org/10.26555/humanitas.v13i1.3843

Titik. (2019, Maret 28). Pendidikan Inklusi bagi Anak Disabilitas antara Idealitas dan Realitas [Wawancara].

UNESCO. (1994). Penyataan Salamanca dan Kerangka Aksi Mengenai Pendidikan Kebutuhan Khusus.

Zakia, D. L. (2015, November). Guru Pembimbing Khusus (Gpk): Pilar Pendidikan Inklusi. Prosiding Seminar dipresentasikan pada Surakarta. Diambil dari https://docobook.com/guru-pembimbing-khusus-gpk-pilar-pendidikan-inklusi.html

Zubaidah. (2019, Maret 23). Pendidikan Inklusi bagi Anak Disabilitas antara Idealitas dan Realitas [Wawancara].




Copyright (c) 2019 Sulthon

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.