Pemikiran Soekarno Tentang Relasi Islam dan Negara Melalui Teks-Teks Kuliah Umum, 1958-1959

Penulis

  • Fanisa Aura UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.14421/thaq.v25i1.4146

Abstrak

Abstrak: Penelitian ini mengkaji pemikiran Soekarno tentang relasi Islam dan negara melalui teks-teks kuliah umum pada tahun 1958–1959. Studi ini berfokus pada bagaimana Soekarno memandang Islam bukan hanya sebagai agama ritual, tetapi sebagai kekuatan moral, sosial, dan revolusioner yang mampu menyatu dengan semangat kebangsaan. Dalam kuliah-kuliah umumnya, Soekarno menekankan nilai-nilai keadilan sosial, gotong royong, serta semangat anti-penindasan yang terkandung dalam Islam, sekaligus menolak gagasan negara Islam formal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan empat tahapan, yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini menggunakan teori analisis wacana Norman Fairclough dengan pendekatan komunikasi politik yang digunakan untuk melihat bagaimana pesan dan pembentukan pemahaman tersampaikan kepada pembaca melalui teks. Sumber primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah teks-teks kuliah umum yang disampaikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1958-1959. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran Soekarno berusaha mengaitkan antara negara, Islam, dan budaya lokal, serta prinsip universal demokrasi menjadi satu kesatuan dalam kerangka Pancasila sebagai dasar negara.

Keywords: Pemikiran Soekarno; Islam; Negara; Kemanusiaan

Abstract: This research examines Soekarno's thoughts on the relationship between Islam and the state drawing on his public lectures from 1958-1959. The study focuses on how Soekarno viewed Islam not only as a ritual religion, but as a moral, social, and revolutionary force capable of merging with the spirit of nationality. In his public lectures, Soekarno emphasized the values of social justice, cooperation, and the spirit of anti-oppression contained in Islam, while rejecting the idea of a formal Islamic state. The method used in this research is the historical method with four stages, namely, heuristics, verification, interpretation, and historiography. This research uses Norman Fairclough's discourse analysis theory with a political-communication approach used to see how messages and the formation of understanding are conveyed to readers through text. The primary sources used in this research are the texts of public lectures delivered by President Soekarno in 1958-1959. The results of the study show that Soekarno's thoughts tried to link the State and Islam, local culture, and the universal principles of democracy into a unity within the framework of Pancasila as the basis of the state.

Keywords: Soekarno's Thought; Islam; the State; Humanity

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Diterbitkan

2026-06-25

Terbitan

Bagian

Research Article

Cara Mengutip

Pemikiran Soekarno Tentang Relasi Islam dan Negara Melalui Teks-Teks Kuliah Umum, 1958-1959. (2026). Thaqafiyyat : Jurnal Bahasa, Peradaban Dan Informasi Islam, 25(1), 80-95. https://doi.org/10.14421/thaq.v25i1.4146