TANTANGAN DAN PELUANG SERTA STRATEGI DAKWAH DI DAERAH TRANSMIGRASI (Studi Terhadap Perkembangan Dakwah di Desa Bina Karya, Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan)

Charis Manto


DOI: https://doi.org/10.14421/JD.2122020.5

Abstract


This paper tries to describe the da'wah strategy applied by the preachers in conveying da'wah messages in a village called Bina Karya, where the majority of the village community are transmigrants from Java. In addition, because of the heterogeneity of the village community, there are challenges that are also opportunities for the preachers in that area. This paper is the result of field research conducted by going directly to the field with a descriptive analysis approach. In it process, the success of da'wah in transmigration areas is also determined by the da'i in addressing each individual mad'u’s diverse personality. The da'wah strategy used is the da'wah strategy of the walisongo in Islamizing the people of Java. These methods are tadrij (gradual) and adamul haraj (harmless). The da'wah strategy like this is an implementation of the al-Quran, namely 'mawidzatul hasanah wa mujadalah billati hiya ahsan'. In addition, the face to face method of da'wah is a method that is considered very appropriate to be applied in the transmigration community, because they are still considered to be in the lower middle class, both in terms of knowledge, welfare, religion and technology..


Tulisan ini mencoba menggambarkan mengenai strategi dakwah yang diterapkan oleh para muballigh ketika menyampaikan pesan-pesan dakwah di Desa Bina Karya yang notabenenya adalah masyarakat transmigran dari pulau Jawa. Selain itu pula dikarenakan heterogenitas masyarakatnya, menjadikan adanya tantangan sekaligus peluang tersendiri bagi para muballigh di daerah tersebut. Tulisan ini merupakan penelitian hasil studi (Field Research) dengan turun ke lapangan secara langsung serta dengan pendekatan analisis deskriptif.

Dalam prosesnya, keberhasilan dakwah di daerah transmigrasi juga ditentukan juga oleh da’i dalam menyikapi setiap diri pribadi mad’u yang berbeda-beda. Strategi dakwah yang dipakai adalah strategi dakwah para walisongo dalam mengislamkan masyarakat di pulau Jawa.  Metode tersebut yakni tadrij (bertahap) dan adamul haraj (tidak menyakiti). Adapun strategi dakwah seperti ini merupakan implementasi dari al-Qur’an yaitu ‘mawidzatul hasanah wa mujadalah billati hiya ahsan’. Selain itu pula, metode dakwah face to face merupakan metode yang dinilai sangat cocok diterapkan pada masyarakat transmigrasi dikarenakan masyarakatnya yang masih dinilai berada di kelas menengah ke bawah baik dari segi pengetahuan, kesejahteraan, keagamaan maupun teknologi.

Keywords


Transmigrasi, Strategi Dakwah.

Full Text:

PDF

References


Direktur Jenderal Penyiapan Kawasan Dan Pembangunan Permukiman, Sejarah Singkat Transmigrasi : Transmigrasi Masa Doeloe, Kini dan Harapan ke Depan (2015), Jakarta.

Garna, Judistira K. Ilmu-Ilmu Sosial: Dasar-Konsep-Posisi. (1999), Primaco Akademika, Bandung.

https://www.harapanrakyat.com/2020/10/sejarah-transmigrasi-warisan-kebijakan-kolonial-yang-eksis-hingga-kini/ diakses pada tanggal 13 November 2020.

Liliweri, Alo, Gatra-Gatra Komunikasi Antarbudaya (2002), Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif (2006), PT. Remaja Rosdakarya, Bandung.

Nazir, Mohamad, Metode Penelitian. (1983), Chalia Indonesia, Jakarta.

Mulyana, Dedy, Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar (2001), PT. Remaja Rosdakarya, Bandung.

Soekanto, Soerjono, Sosiologi Suatu Pengantar (1994), Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Spradley, James P. Metode Etnografi. (1997): Tiara Wacana, Yogyakarta.

Sztompka, Piort, Sosiologi Perubahan Sosial (2004), Prenada, Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Charis Manto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.