Pengaruh Konsep Desain Universal Terhadap Tingkat Kemandirian Difabel: Studi Kasus Masjid UIN Sunan Kalijaga dan Masjid Universitas Gadjah Mada

Cut Rezha Nanda Keumala
* Universitas Syiah Kuala

DOI: https://doi.org/10.14421/ijds.030102

Abstract


As the lack of consciousness for the importance of universal environment without any physical border, gender, and age for every society leads to a minimum policy to support universal design concept to be applied in public facilities building plan. This is also happened in most of mosques building in Indonesia, where it is not easily accessible to all jammaat including the children, adults, the elders, and the diffabled. The circulation on a mosque should not give barriers to people who wanted to do worship activities, especially the diffabled. A universal design mosque concept is one of the most important to be concerned and applied so the building will be accessible to all Muslims. This research aims to know how far is the universal design concept affect the independence of the disabled. The study was done at UIN Sunan Kalijaga mosque and UGM Campus Mosque in Yogyakarta. The researcher did a field observation to the research objects to see how far is the universal design concept is applied. The research method done is quantitative method with independency scale of measure for the disabled’s within the building. The data was analyzed by the comparison of two independent sample using t-test statistics analysis method. The end result in this research stated that the disable’s perception on independency level raise positively towards the universal design concept applied in the mosque‘s design planning.

[Belum banyaknya kesadaran akan pentingnya lingkungan yang universal tanpa batasan fisik, gender dan usia bagi semua masyarakat, mengakibatkan kebijakan mengenai pembangunan fasilitas umum masih belum secara tegas mendukung konsep desain universal. Hal tersebut juga terjadi pada sebagian besar masjid di Indonesia, dimana masjid tidak dapat diakses oleh semua golongan jama’ah antara lain anak-anak, dewasa, lansia maupun difabel. Sirkulasi pada bangunan masjid tidak seharusnya memiliki hambatan bagi jama’ah yang ingin beribadah, terutama difabel. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsep desain universal terhadap tingkat kemandirian difabel pada desain bangunan masjid. Studi kasus dilakukan pada Masjid UIN Sunan Kalijaga dan Masjid Kampus UGM di Yogyakarta. Peneliti melakukan observasi pada objek penelitian untuk melihat sejauh mana objek penelitian menerapkan konsep desain universal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan alat ukur skala kemandirian difabel di dalam bangunan. Data dianalisis dengan metode komparasi dua sample independen menggunakan analisis statistik t-test. Hasil akhir penelitian menyatakan bahwa persepsi difabel terhadap tingkat kemandirian berpengaruh secara positif dengan adanya konsep desain universal pada desain bangunan masjid.]

Keywords


aksesibilitas masjid; aksesibilitas tempat ibadah; kemandirian difabel; desain universal

Full Text:

PDF

References


Gazalba, S. (1971). Masjid Pusat Ibadat dan Kebudayaan Islam, Jakarta: Pustaka Antara

Kasim, E. (2002). Masalah Difabel dan Aspek Budaya. Sapporo.

Maftuhin, A. (2014). Aksesibilitas Ibadah bagi Difabel: Studi atas Empat Masjid di Yogyakarta. Inklusi, 1(2), 249–268.

Ostroff, E. (2011). Universal Design : An Evolving Paradigm. New York: McGraw Hill.

Rochym, A. (1893). Masjid Dalam Karya Arsitektur Nasional Indonesia. Bandung: Penerbit Angkasa.

Shihab, Q. (1997). Wawasan Al-Quran. Bandung: Penerbit Mizan

Siregar, Syofian. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS. Jakarta: Kencana..

Songge, M. (2001). Pesan Risalah Masyarakat Madani. Jakarta: Media Citra.

Story, M. F. (2011). The Principles of Universal Design. New York: McGraw Hill.

Sutardi. (1984). Terapi Okupasi dalam Rehabilitasi Medik. Jakarta: Pusdiklat YPAC.




Copyright (c) 2016 Cut Rezha Nanda Kumala