Konseptualisasi dan Internalisasi Nilai Profetik: Upaya Membangun Demokrasi Inklusif bagi Kaum Difabel di Indonesia

Abdullah Fikri
* Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga

DOI: https://doi.org/10.14421/ijds.030107

Abstract


This paper focuses on the disability in the context of inclusive democracy that is based on the prophetic values. There are two terms used in this paper. First, inclusive democracy; this term asserts that the people with disability are not the object in a social and political system, conversely, the people with disability are positioned as the subject in citizenship. The people with disability are part of the political system and society and they have the rights to engage and compete in the political practices. Second, prophetic values that refers to the elaboration of disability studies and Islamic studies, where the later is related to the earlier. Disability studies with the prophetic social science are prominent as a social transformation in order to get a better humanist and transcendence understanding of disability in the local context of Indonesia. The result of this study shows that the inclusive democracy, in terms of Indonesian local context, is constructed by four prophetic values: humanism, liberation, transcendence and inclusive society.

[Tulisan ini akan membahas difabilitas dalam konteks demokrasi inklusif berbasis nilai-nilai profetik. Ada dua term yang digunakan dalam tulisan ini. Pertama, “demokrasi inklusif”; term ini ingin menegaskan bahwa difabel bukan lagi sebagai orang yang hanya dijadikan objek saja, akan tetapi kaum difabel diposisikan sebagai subjek warganegara. Dengan kata lain, kaum difabel merupakan bagian dari entitas sistem politik dan sistem masyarakat, yang memiliki hak untuk ikut serta dalam kompetisi politik praktis. Kedua, “nilai-nilai profetik”; sebagai elaborasi kajian difabilitas dan studi Islam, maka penting melakukan interelasi antara difabilitas dengan nilai-nilai profetik. Kajian disabilitas dengan Ilmu Sosial Profetik (ISP), sebagai upaya melakukan transformasi sosial, agar  didapatkan sebuah pemahaman yang lebih humanis-transenden terhadap kaum difabel dalam konteks ke-Indonesiaan. Adapun hasil dari kajian ini adalah bahwa demokrasi inklusif berbasis paradigma profetik dalam konteks ke-Indonesiaan, dikonstruksi atas empat pilar, yaitu nilai humanisasi, liberasi, transendensi, dan masyarakat inklusif.]

Keywords


Prophetic Values; Inclusive Democracy;disabilitas; difabel; penyandang disabilitas; demokrasi inklusif

Full Text:

PDF

References


Abdullah, A. (2007). Re-Strukturisasi Metodologi Islamic Studies Mazhab Yogyakarta. Yogyakarta: Suka Press.

Al-Mawardi, A. A.-H. ’Ali bin M. I. H. A.-B. (n.d.). Al-Ahkam al-Sultaniyah wa al-Wilayat al-Diniyah. Egypt: Al-Tawfikia Bookshop.

Arifin, S. (2015). Dimensi Profetisme Pengembangan Ilmu Sosial dalam Islam Perspektif Kuntowijoyo. Teosofi: Jurnal Tasawuf Dan Pemikiran Islam, 4(2), 477–507. https://doi.org/10.15642/teosofi.2014.4.2.477-507

Budiardjo, M. (2010). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Coleridge, P. (2000). Disability and Culture. Rehabilitation Journal. Retrieved from http://english.aifo.it/disability/apdrj/selread100/disability_culture_coleridge.pdf

Dahl, R. A., & Shapiro, I. (2015). On Democracy. Retrieved from http://search.ebscohost.com/login.aspx?direct=true&scope=site&db=nlebk&db=nlabk&AN=1554664

Held, D. (1996). Models of democracy. Cambridge; Stanford, Calif.: Polity ; Stanford University Press.

Moh. Mahfud M. D. (1999). Hukum dan Pilar-Pilar Demokrasi. Yogyakarta: Gama Media.

Natsir, M. (1983). Dibawah Naungan Risalah. Jakarta: Media Da’wah.

Nur, M. (2014). Rekontruksi Epistemologi Politik : Dari Humanistik Ke Profetik. ., 48(1). Retrieved from http://asy-syirah.uin-suka.com/index.php/AS/article/view/83

Nurtjahjo, H. (2006). Filsafat Demokrasi. Jakarta: Bumi Aksara.

Oliver, M. (1996). Understanding Disability: From Theory to Practice. Basingstoke, Hampshire: Macmillan.

Ro’fah. (2015). Teori Disabilitas: Sebuah Review Literatur. Jurnal Difabel, 2(2).

Salim, I., Syafi’i, M., & Elisabeth, N. (2015). Indonesia dalam Desa Inklusi. Sleman, Yogyakarta: Sigab.

United Nations. Convension of the Rights of Person with Disability (2006).

Wolbrecht, C. (2005). The Politics of Democratic Inclusion. Philadelphia: Temple University Press.

World Health Organization. (1980). International Classification of Impairments, Disabilities, and Handicaps: A Manual of Classification Relating to the Consequences of Disease, Published in Accordance with Resolution Wha29.35 of the Twenty-Ninth World Health Assembly, May 1976. Retrieved from http://www.who.int/iris/handle/10665/41003

Ztf, P. B. (2011). Prophetic Social Sciences: Toward an Islamic-Based Transformative Social Sciences. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 1(1), 95–121. https://doi.org/10.18326/ijims.v1i1.95-121




Copyright (c) 2016 Abdullah Fikri