Aksesibilitas Sarana Sanitasi bagi Difabel di Tempat Transportasi Umum

Elisabeth Deta Lustiyati,1* Merita Eka Rahmuniyati2

   1 Universitas Respati Yogyakarta
   2 Universitas Respati Yogyakarta
   * Corresponding Author

DOI: https://doi.org/10.14421/ijds.060105

Abstract


Persons with disabilities often experience obstacles because there are no accessible facilities available to them in public places. The purpose of this study is to obtain an overview of the accessibility of public toilets in public transportation located in Yogyakarta. The research took the case of Giwangan bus station, Yogyakarta (Tugu) train station, Lempuyangan train station, Wates train station, Maguwoharjo train station, and Adisutjipto airport. This type of research is descriptive evaluative. Data collection is done by using purposive sampling technique and by the method of observation, documentation, and interviews. The results of this study indicate that the accessibility of sanitation services at Adisucipto airport and all train stations is good; while accessibility at the Giwangan terminal is still lacking.

[Para difabel sering mengalami hambatan karena tidak terdapatnya fasilitas yang aksesibel bagi mereka di tempat-tempat umum. Tujuan penelitian ini adalan untuk memperoleh gambaran aksesibilitas toilet umum bagi difabel di tempat transportasi umum DIY. Penelitian mengambil kasus di terminal Giwangan, stasiun Yogyakarta (Tugu), stasiun Lempuyangan, stasiun Wates, stasiun Maguwoharjo, dan bandar udara Adisutjipto. Jenis penelitian ini adalah deskriptif evaluatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan dengan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aksesibilitas layanan sanitasi di bandara Adisucipto dan semua stasiun kereta api sudah baik; sementara aksesibilitas di terminal Giwangan masih kurang.]


Keywords


accessible public transportation; accessible toilet; accessibel train bus station; accessible airport toilet; aksesibilitas layanan transportasi; aksesibilitas toilet; toilet difabel; toilet aksesibel

Full Text:

PDF

References


AF. (2018, Juni 6). Aksesibilitas Sarana Sanitasi Bagi Difabel di Tempat Transportasi Umum [Wawancara].

Agus Diono, Mujaddid, Fanciscus Adi Prasetyo, & Didik Budijanto. (2014). Situasi Penyandang Disabilitas. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan, 1–56.

AL. (2018, Juni 29). Aksesibilitas Sarana Sanitasi Bagi Difabel di Tempat Transportasi Umum [Wawancara].

AR. (2018, September 21). Aksesibilitas Sarana Sanitasi Bagi Difabel di Tempat Transportasi Umum [Wawancara].

Asosiasi Toilet Indonesia. (2015). Asosiasi Toilet Indonesia.

Dewang, N., & Leonardo, L. (2010). Aksesibilitas Ruang Terbuka Publik Bagi Kelompok Masyarakat Tertentu Studi Fasilitas Publik Bagi Kaum Difabel Di Kawasan Taman Suropati Menteng-Jakarta Pusat. Planesa, 1(1). Diambil dari https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/planesa/article/view/508

Dewi Warsito. (2015, Desember). Sudahkah Fasilitas Umum Bagi Kaum Disabilitas Ini Ada di Kota Anda. Diambil dari https://www.1health.id/id/article/category/sehat-a-z/sudahkah-fasilitas-umum-bagi-kaum-disabilitas-ini-ada-di-kota-anda.html

HH. (2018, September 21). Aksesibilitas Sarana Sanitasi Bagi Difabel di Tempat Transportasi Umum [Wawancara].

I Ketut Bagiastra. (2013). Analisis Manajemen Toilet Umum di Kawasan Wisata Lombok. Jurnal Media Bina Ilmiah, 7(6), 10–15.

I Pratiwi. (2012). Difaabel yang Terlupakan. Majalah Pledoi.

IS. (2018, Juni 6). Aksesibilitas Sarana Sanitasi Bagi Difabel di Tempat Transportasi Umum [Wawancara].

Kebijakan Bappeda DIY Pemenuhan Hak Penyandang Difabel.

Kusnul Isti Qomah. (2015, Juli 6). Layanan Kereta Api: Perubahan Pola Operasi Stasiun Tugu Ditunda. Harianjogja.com. Diambil dari https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2015/07/06/510/621395/layanan-kereta-api-perubahan-pola-operasi-stasiun-tugu-ditunda

M. Syafe’ie, Purwanti, & Mahrus Ali. (2014). Potret Difabel Berhadapan dengan Hukum Negara. Diambil dari http://insistpress.com/katalog/potret-difabel-berhadapan-dengan-hukum-negara/

Maftuhin, A. (2016). Mengikat Makna Diskriminasi: Penyandang Cacat, Difabel, dan Penyandang Disabilitas. INKLUSI, 3(2), 139–162. https://doi.org/10.14421/ijds.030201

Narulita Anugrahing Widi, & Rullan Nirwansyah. (2013). Penerapan Aksesibilitas pada Desain Fasilitas Pendidikan Sekolah Luar Biasa. Jurnal Sains dan Seni ITS, 2(2), G20-G25–G25. https://doi.org/10.12962/j23373520.v2i2.3407

Notoatmodjo, S. (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan (Vol. 2005). Diambil dari /free-contents/index.php/buku/detail/metodologi-penelitian-kesehatan-soekidjo-notoatmodjo-23012.html

NS. (2018, Juni 28). Aksesibilitas Sarana Sanitasi Bagi Difabel di Tempat Transportasi Umum [Wawancara].

PBB Komisi Ekonomi dan Sosial Untuk Asia dan Pasifik. (2012). Strategi Incheon untuk “Mewujudkan Hak” Penyandang Disabilitas di Asia dan Pasifik (hlm. 17–78). Bangkok: Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Prabowo Cahyo Ariyono. (2018). Dampak Inovasi Layanan Terhadap Kepuasan Pelanggan dan Peningkatan Nilai Pelanggan di Bandara Adisutjipto Yogyakarta (Skripsi, UII). Diambil dari https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/7924

Prince, M. J. (2017). Persons with invisible disabilities and workplace accommodation: Findings from a scoping literature review. Journal of Vocational Rehabilitation, Vol. 46, hlm. 75–86. https://doi.org/10.3233/JVR-160844

Priscyllia, F. (2016). Kajian Hukum Terhadap Fasilitas Pelayanan Publik Bagi Penyandang Disabilitas. LEX CRIMEN, 5(3). Diambil dari https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexcrimen/article/view/11701

RA. (2018, Agustus 10). Aksesibilitas Sarana Sanitasi Bagi Difabel di Tempat Transportasi Umum [Wawancara].

Rahayu, S., Dewi, U., & Ahdiyana, M. (2013). Pelayanan Publik Bidang Transportasi bagi Difabel di Daerah Istimewa Yogyakarta. SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 10(2). https://doi.org/10.21831/socia.v10i2.5347

Sukmadinata, N. S. (2016). Metode Penelitian Pendidikan. Diambil dari /free-contents/index.php/buku/detail/metode-penelitian-pendidikan-nana-syaodih-sukmadinata-33324.html

Suminar, R. E. (2015). Identifikasi Kemudahan Penyandang Difabilitas dalam Melakukan Pergerakan dengan Menggunakan Moda Transportasi. INKLUSI, 2(1), 155–192. https://doi.org/10.14421/ijds.020107

Tavares, A. S., & Montenegro, G. N. (2012). Chemical toilet for persons with disabilities: Proposal for an urban furniture affordable. Work, 41(Supplement 1), 4754–4761. https://doi.org/10.3233/WOR-2012-0762-4754

Tribunnews. (2018). Hingga 1 Januari, Volume Penumpang Kereta Api DAOP 6 Capai 400 Ribu. Diambil 15 Januari 2018, dari Tribunnews website: http://jogja.tribunnews.com/2018/01/02/hingga-1-januari-volume-penumpang-kereta-api-daop-6-capai-400-ribu

White, S., Kuper, H., Itimu-Phiri, A., Holm, R., & Biran, A. (2016). A Qualitative Study of Barriers to Accessing Water, Sanitation and Hygiene for Disabled People in Malawi. PLOS ONE, 11(5), e0155043. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0155043




Copyright (c) 2019 Elisabeth Deta Lustiyati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.