Alat Bantu Jalan Sensorik bagi Tunanetra

Asep Kurniawan
* Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga

DOI: https://doi.org/10.14421/ijds.060205

Abstract


The existing mobility aids for the visually impaired today still have several shortcomings, so it is necessary to develop technology that can help them walk better. This study aims to create a walker with sensors that can move right and left. Research also tests its accuracy, precision, and success. In making the tool, two steps are taken: making tools and testing tools. The device consisted of an HC-SR04 ultrasonic sensor, two Arduino Nano, an SG90 servo motor, and a buzzer. The product then was tested by reading distances at variations of 60cm, 70cm, 80cm, 90cm and 100cm. In addition to distance testing, the instrument is also tested at 0 °, 30 ° right and left angles and 60 ° right and left — output device in the form of a buzzer sound. This design of mobility aids for the blind people have an accuracy of 99.995% and a precision (repeatability) of 98.600%. Meanwhile, this tool has a percentage of the success rate of 98,400%.

[Alat bantu jalan bagi tunanetra saat ini masih memiliki kekurangan sehingga diperlukan pengembangan teknologi yang dapat membantu mereka berjalan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat bantu jalan dengan sensor yang dapat bergerak ke kanan dan ke kiri serta menguji akurasi, presisi, dan tingkat keberhasilan alat. Penelitian dilakukan dalam dua tahap yaitu membuat alat dan menguji alat. Alat dibuat menggunakan sebuah sensor ultrasonik HC-SR04, dua buah arduino nano, sebuah motor servo SG90, dan sebuah buzzer. Alat diuji dengan membaca jarak pada variasi 60cm, 70cm, 80cm, 90cm, dan 100cm. Selain pengujian jarak, alat juga diuji pada sudut 0°, 30° kanan dan kiri serta 60° kanan dan kiri. Output alat berupa bunyi buzzer. Hasil penelitian rancang bangun alat bantu jalan bagi penyandang tunanetra yang telah dibuat memiliki akurasi 99,995% dan presisi (repeatability) sebesar 98,600%. Adapun, alat ini memiliki persentase tingkat keberhasilan sebesar 98,400 %.]

Keywords


mobility assistive technology; blind mobility; visual impairment tool; alat bantu tunanetra; sensor gerak kiri kanan; fasilitas mobilitas.

Full Text:

PDF

References


Andreas, & Wendanto, W. (2017). Tongkat Bantu Tunanetra Pendeteksi Halangan Menggunakan Sensor Ultrasonik Berbasis Mikrokontroler Arduino. Go Infotech: Jurnal Ilmiah STMIK AUB, 22(1). https://doi.org/10.36309/goi.v22i1.55

Aqli, K. C., Nurussa’adah, N., & Abidin, Z. (2014). Perancangan Alat Bantu Mobilitas Bersuara dalam Ruangan Bagi Tunanetra Berbasis RFID (Radio Frequency Identification). Jurnal Mahasiswa TEUB, 1(5). Diambil dari http://elektro.studentjournal.ub.ac.id/index.php/teub/article/view/159

BPDANP Kesehatan. (2013). Riset Kesehatan Dasar. Diambil dari http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%202013.pdf

Dwiatmaja, A. W. (2013). Rancang Bangun Sistem Deteksi Daging Ayam Tiren Berbasis Resistansi dan Mikrokontroler Atmega (Skripsi, UIN Sunan Kalijaga). Diambil dari http://digilib.uin-suka.ac.id/12094/

Elec Freaks. (2011). Ultrasonic Ranging Module HC-SR04. Dalam Elec Freaks. Diambil dari http://www.elekfreaks.com/store/hcsr04-ultrasonic-sensordistance-measuring-module-ultra01-p-91.html

Herdiana, B. (2016). Karakteristik Alat Ukur. Diambil dari https://www.academia.edu/11229211/Materi_1_KARAKTERISTIK_ALAT_UKUR

Heryant0, M. A., & Suprijono, H. (2011). Aplikasi Gelombang Ultrasound pada Tongkat Putih untuk Peringatan Dini Bagi Penyandang Tuna Netra. JURNAL DIAN, 11(1). Diambil dari http://publikasi.dinus.ac.id/index.php/dian/article/view/20

Hirose, A. and K. E. L. (1985). Introduction to Wave Phenomena. New York: Wiley.

Kadir, A. (2015). From Zero to A Pro Arduino. Penerbit ANDI.

Morris, A. S. (2001). Measurement and Instrumentation Principles, Third Edition (3 edition). Oxford England; Boston: Butterworth-Heinemann.

Perwira, R. W. (2018). Deteksi Jalan Berlubang Menggunakan Sensor Ultrasonik Berbasis Android (Undergraduate, University of Muhammadiyah Malang). Diambil dari http://eprints.umm.ac.id/37623/

Rahmawati, R. (2018). Peningkatan Keterampilan Orientasi dan Mobilitas Melalui Penggunaan Tongkat Bagi Penyandang Tunanetra di SLB PGRI 1 Kedungwaru Tulungagung (Universitas Negeri Malang). Diambil dari http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/PLB/article/view/69869

Setiawan, C. (2017). Prototype Alat Bantu Tuna Netra Berupa Tongkat Menggunakan Arduino dan Sensor Ultrasonik. J-INTECH, 5(02), 82–90.

Suryono. (2012). Workshop Peningkatan Mutu Penelitian Dosen dan Mahasiswa. Workshop dipresentasikan pada Workshop Peningkatan Mutu Penelitian Dosen dan Mahasiswa, Program Studi Fisika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.




Copyright (c) 2019 Asep Kurniawan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.