Budaya Lokal Sebagai Kurikulum Muatan Lokal dalam Pendidikan Agama Islam

  • Rofiq
Keywords: Local Culture, Curriculum, Local Content, Islamic Education

Abstract

Local content is one of the elements in the Education Unit Level Curriculum Structure. Local content is prepared by taking into account the socio-cultural conditions of the local community. In the Yogyakarta setting, one form of local content is Javanese culture. In Javanese culture, it can be seen a lot of symbolic actions both in traditions (habits), religion (religion), and art (beauty) which can be used as a medium to explore noble values ​​that can be transformed to students. In practice, an integrated and ecological approach is used. The integrative approach is carried out in a way that local content is integrated or carried out together with other subjects. While the ecological approach is intended as learning material for local content directly using the natural environment and local social culture. Examples of the two approaches manifest in the integration of the First Grebeg Mulud celebration as a socio-cultural environment with the subjects of Islamic Cultural History.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akbar, Muhammad Ali. Perbandingan Hidup Secara Islam Dengan Tradisi Di Pulau Jawa. Bandung: Al Ma’arif, 1980.
Al-Sharqavi, Effat. Filsafat Kebudayaan Islam. Bandung: Pustaka Pelajar, 1984.
Badan Standar Nasional Pendidikan. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar Dan Menengah, 2006.
———. “Permendiknas RI No. 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi,” 2006.
Burke, Peter. Sejarah Dan Teori Sosial. Edited by penerjemah : Mestika Zed dan Zulfami. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2001.
Gazalba, Sidi. Pengantar Kebudayaan Seabagai Ilmu. Jakarta: Pustaka Antara, 1968.
Hasan, Fuad. “Bimbingan Dan Konseling Serta Citra Manusia Dalam Islam.” Makalah Dalam Seminar Bimbingan Konseling UII Yogyakarta. Yogyakarta, n.d.
Herusatoto, Budiono. Simbolisme Dalam Budaya Jawa. Yogyakarta: Hanindita, 1991.
Issawi, Charles. Filsafat Islam Tentang Sejarah; Pilihan Dari Muqaddimah. Edited by penerjemah : A. Mukti Ali. Jakarta: Tintamas, 1976.
Khuluq, Lathiful. “Islamisasi Pada Masa Pemerintahan Sultan Agung.” Jurnal Penelitian Agama 20, no. 2 (1998).
Langgulung, Hasan. Manusia Dan Pendidikan; Suatu Analisis Psikologi Dan Pendidikan. Jakarta: Pustaka al Husna, 1989.
Maraghi, Mushthafa al. Tafsir Al Maraghi. Lebanon: Dar al Ihya, n.d.
RI, Departemen Agama. Pedoman Pendidikan Agama Islam Untuk Sekolah Umum. Jakarta: Dirjen Kelembagaan Islam Direktorat Mapendaisu, 2004.
Rifa’i, Nana Sudjana dan Ahmad. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2002.
Shiddiqie, Nourouzzaman. Pengantar Sejarah Muslim. Yogyakarta: Nur Cahaya, 1983.
Sudjana, Nana. Pembinaan Dan Pengembangan Kurikulum Di Sekolah, n.d.
Sukmadinata, Nana Saodih. Pengembangan Kurikulum; Teori Dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007.
Suryanegara, Ahmad Mansur. Menemukan Sejarah; Wacana Pergerakan Islam Di Indonesia. Bandung: Mizan, 1993.
Thohari, Hamim, and Dkk. Wahyu Pertama Yang Merubah Peradaban; Telaah Atas Pola Dakwah Nabi Saw Di A\val Kebangkitan Islam. Jakarta: Dep. Dakwah DPP Hidayatullah, 2002.
Yahya, Mukhtar, and Nashruddin Thoha. Fannut Tarbiyyah I. Padang Panjang: Assa’diyyah, 1941.
Published
2019-08-04
Section
Articles