TRANSINTERNALISASI NILAI-NILAI KEPESANTRENAN MELALUI KONSTRUKSI BUDAYA RELIGIUS DI SEKOLAH

  • Muhammad Mushfi El Iq Bali Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo
  • Susilowati Susilowati Universitas Nurul Jadid Probolinggo
Keywords: Nilai-nilai Kepesantrenan, Budaya Religius

Abstract

This paper aims to analyze students' moral decadence problems in school. Brawls, free sex and narcotics on students is evidence of school failure in building the religious character of students. One of the educational institutions that have succeeded in building the religious character of students is pesantren. This success was proven by a little reporting of deviant behaviour among santri. By using descriptive qualitative methods, researchers want to reveal the profile of public schools that not only excellent academic achievement but are also able to produce students who have a religious culture so as to avoid various deviant behaviours. The religious culture is formed through the internalization of the values of the pesantren, namely to incorporate Islamic values through habituation manifested in school programs like a pesantren. The implication of this study is to internalize the value of pesantren in schools that can shape the religious character of students. Students can avoid bad behaviour.

Abstrak

Tulisan ini bertujuan untuk menelaah masalah dekadensi moral yang banyak dialami pelajar di sekolah. Tawuran, sex bebas, dan narkotika dikalangan pelajar merupakan wujud nyata kegagalan sekolah dalam membangun karakter religius siswa. Salah satu lembaga pendidikan yang dianggap berhasil membangun karakter religius siswa adalah pesantren. Keberhasilan tersebut terbukti dengan minimnya pemberitaan perilaku menyimpang dikalangan santri. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, peneliti hendak mengungkap profil sekolah umum yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik namun juga mampu mencetak siswa yang memiliki budaya religius sehingga terhindar dari berbagai perilaku menyimpang. Budaya religius tersebut terbentuk melalui internalisasi nilai-nilai kepesantrenan yakni menanamkan nilai-nilai Islam melalui pembiasaan yang diwujudkan dalam program-program sekolah layaknya sebuah pesantren. Implikasi dari studi ini adalah internalisasi nilai-nilai kepesantrenan di sekolah dapat membentuk karakter religius siswa sehingga dapat mencegah siswa dari perilaku menyimpang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Fandi, H. (2012). Akar-akar Historis Perkembangan Pondok Pesantren. Jurnal Al-Qalam, 13, 74–90.

Azhar, Wuradji, & Siswoyo, D. (2015). Pendidikan Kader dan Pesantren Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikas, 3(2), 113–125.

Baharun, H. (2017). Total Moral Quality: a New Approach for Character Education in Pesantren. Ulumuna, 21(1), 57–80.

Bali, M. M. E. I. (2017). Perguruan Tinggi Islam Berbasis Pondok Pesantren. Al-tanzim, 1(2), 1–14.

Fauzi, A. (2018). Konstruksi Model Pendidikan Pesantren: Diskursus Fundamentalisme dan Liberalisme dalam Islam. Jurnal Al-Tahrir, 18(1), 85–110.

Hakim, L. (2012). Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam dalam Pembentukan Sikap dan Perilaku Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Muttaqin Kota Tasikmalaya. Jurnal Pendidikan Agama Islam -Ta’lim, 10(1), 67–77.

Hasan, I. (2015). Analisis Penguasaan Domain Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik terhadap Keputusan Pilihan Berwirausaha Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean-2015. Jurnal Kebangsaan, 4(7), 19–26.

Herlina, H., & Kosasih, A. (2016). Penanggulangan Kenakalan Remaja di SMP Daarut Tauhid Boarding School. Jurnal Sosietas, 6(2).

Idi, A., & Sahrodi, J. (2017). Moralitas Sosial dan Peranan Pendidikan Agama, 23, 1–16.

Islam, S., Baharun, H., Muali, C., Ghufron, M. I., & Bali, M. M. E. I. (2018). To Boost Students ’Motivation and Achievement through Blended Learning. Journal of Physics: Conference Series, 1–11.

Kurniawan, S. (2017). Pendidikan Karakter dalam Islam: Pemikiran Al-Ghazali tentang Pendidikan Karakter Anak Berbasis Akhlaq al-Karimah. Tadrib, 3(2), 198–215.

Mundiri, A., & Bariroh, A. (2018). Trans Internalisasi Pembentukan Karakter Melalui Trilogi dan Panca Kesadaran Santri. IQRA‘ (Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan), 3(1), 24–55.

Mundiri, A., & Zahra, I. (2017). Corak Representasi Identitas Ustadz dalam Proses Transmisi Pendidikan Karakter di Pesantren. JPII, 2(Corak Representasi Identitas Ustadz dalam Proses Transmisi Pendidikan Karakter di Pesantren), 21–35.

Nursapia Harahap. (2014). Penelitian Kepustakaan. Jurnal Iqra’, 08(01), 68–73.

Priyatni, E. T. (2013). Internalisasi Karakter Percaya Diri dengan Teknik Scraffolding. Jurnal Pendidikan Karakter, 3(2), 164–173.

Soedijarto. (1993). Pendidikan Nasional Yang relevan dan Bermutu,. Jakarta: Balai Pustaka.

Suhaili, H. (2018). Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menginternalisasikan Nilai-nilai Pendidikan Islam di Tengah Komunitas yang Heterogen di Smp Xaverius Kota Bukittinggi . ( Studi Kasus ). MENARA Ilmu, XII(5), 65–73.

Wahid, A. H., Muali, C., & Qodratillah, K. R. (2018). Pengembangan karakter guru dalam menghadapi demoralisasi siswa perspektif teori dramaturgi. Jurnal Mudarrisuna, 8(1), 102–126.

Yanti, N., Adawiah, R., & Matnuh, H. (2016). Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Dalam Rangka Pengembangan Nilai-Nilai Karakter Siswa Untuk Menjadi Warga Negara Yang Baik di SMA Korpri Banjarmasin. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 6(11), 963–970.

Zuhdi, M. H. (2012). Dakwah dan Dialektika Akulturasi Budaya. Jurnal Religia, 15(1), 46–64.

Published
2019-06-05