TASAWUF PENDIDIKAN: DARI SPIRITUALITAS MANUSIA MENUJU INSAN KAMIL

  • Ahmad Hanani UIN Sunan Kalijaga
  • Nur Hamidi
Keywords: Tasawuf, Pendidikan, Spritualitas

Abstract

This article examines the relation and position of human beings in the context of "educational mysticism". This study is important to do using the literature approach to descriptive conceptual research to see the position of man as a creature of God specifically created by God and for certain purposes. Humans according to mysticism are creatures of God that are specially created ("copy") by God and for the purpose of His tajalli (tanazul) and because humans have the potential of the lut because of certain temptations he can glide to a low level, if he wants to return to his fitrah, then he should make a certain effort (mujahadah and riyadlah) in order to climb (taraqi) again "unite" with Him throughthe fourstages of tajalli. That tajalli, both in the process of tanazul and taraqqi, should be understood figuratively and metaphorically (majazi). This situation is due to the existence of love and longing for Allah SWT, so that what is seen and felt is He alone, like someone who is hit by romance with his lover, who is loved and loved, always imagined in his eyes and heart. Thus, a compromise can be made between the concept of Sufism al-Shafi, namely Sufism which combines Sufic vision with a vision of philosophy and Sunni Sufism, namely Sufism which assumes itself to the Koran and Al-Hadist.                                                                                   

Keywords: Mysticism, Education, Sprituality, Insan Kamil, Tanazul dan Taraqqi.

Abstrak

Artikel  ini mengkaji relasi dan kedudukan manusia dalam konteks “tasawuf pendidikan”. Kajian ini penting dilakukan dengan  menggunakan pendekatan literature research-konseptual deskriptif untuk melihat kedudukan manusia sebagai makhluk Tuhan yang dicipta secara khusus oleh Tuhan dan untuk tujuan tertentu. Manusia menurut tasawuf adalah makhluk Tuhan yang dicipta secara khusus (“copi”) oleh Tuhan dan untuk tujuan tajalli-Nya (tanazul) dan karena manusia mempunyai potensi lahut yang karena berbagai godaan tertentu dia bisa meluncur ke tingkat yang rendah, apabila dia ingin kembali ke fitrahnya, maka hendaknya melakukan upaya tertentu (mujahadah dan riyadlah) agar bisa mendaki (taraqi) kembali “bersatu” dengan-Nya melalui empat tahap tajalli. Bahwa tajalli, baik dalam proses tanazul dan taraqqi itu, hendaknya dipahami secara figuratif dan metoforis(majazi). Dengan demikian, maka bisa dilakukan kompromis antara konsep tasawuf al-shafi, yaitu tasawuf yang memadukan antara visi sufistik dengan visi filsafat dan tasawuf sunni, yaitu tasawuf yang mengasaskan diri kepada Al-Quran dan Al-Hadist.

Kata kunci: Tasawuf, Pendidikan, Spritualitas, Insan Kamil, Tanazul dan Taraqqi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Daftar Pustaka
Al-Qur’an al-Karim
Abbas Mahmud al-Aqqad, al, Haqa’iq al-Islam W Abathilu Khusumih, Dar al-Qalam, Mesir 1966.
Ahmad Sodiq, KONSEP PENDIDIKAN TASAWUF (Kajian Tentang Tujuan dan Strategi Pencapaian dalam Pendidikan. Ijtimaiyya, 7 (1), 2016: 150-169.
Ahmad Tafsir. 2008. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Bandung: Rosdakarya.
Ali Syari’ati, Tugas Cendikiawan Muslim, terjemahan DR. M. Amien Rais, Shalahuddin Press, Yogyakarta, tt.
Amin Syukur HM, Drs, MA., Pengantar Studi Islam, Duta Grafika & Yayasan Studi Iqra’, Semarang, 1993.
------------------------, Thariqah Shiddiqiyah (sebuah tinjauan theologis), [memeo], Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo, Semarang, 1989.
Abu al-‘Ala ‘Afifi, at-Thasawwuf ats-Tsaurah ar-Ruhiyyah fi al-Islam, Dar al-Ma’arif. Tk., 1963.
------------------------, Filsafat Mistis Ibn ‘Arabi, terjemahan Sharir Mawi dan Nandi Rahman, Gaya Media Pratama, 1989.
Abd. al-Qadir Mahmud, al-Falsafah ash-Shufiyah fi al-Islam, tp.,tk., tt.
Ali Issa Othman, Manusia Menurut al-Ghazali, terjemahan John Smith dkk., Pustaka Salman ITB., Bandung, 1981.
Abd. Karim al-Jili, al-Insan al-Kamil fi Ma’rifati al-Awakhir wa al-Awa’il, Dar al-Fikr, tk., 1975.
Annemerie Schimmel, Dimensi Mistik dalam Islam, terjemahan Sapardi Djoko Damono, dkk., Pustaka Firdaus, Jakarta, 1986.
Abu al-Wafa al-Ghanimi at-Taftazari, Madkhal ila at-Thasawwuf al-Islami , Daruts Tsaqafah, Kairo, 1979.
Damaw Rahardjo (ed.), Insan Kamil Konsep Manusia Menurut Islam, Grafiti Pers, 1986.
Fathimah Usman, Ilmu Tasawuf I, [memeo], Yayasan Studi Iqra’, Semarang, 1989.
Gibb HAR., Islam dalam Lintasan Sejarah, terjemahan Abussalamah, Bhatara, Jakarta, 1964.
Ghazali al., Ihya ‘Ulumud Din, jilid III, Musthafa Babi al-Halabi, Kairo, 1884.
-----------------------, al-Munqidz minadi Djalal, Edisi Abd. al-Halim Mahmud, Dar al-Kutub al-Haditsah, tp., tk., tt.
Hasan Langgulung, Beberapa Pemikiran Tentang Pendidikan Islam, Bandung, Al-Ma‟arif, 1980.
Hujwiri al., Khsyful Mahjub, edisi DR. Is’ad Abd. al-Hadi Qandil, Darun Nahdlah al-Arabiya, Bairut, 1970.
Harun Nasution, DR., Filsafat dan Mistisme dalam Islam, Bulan Bintang, Jakarta, 1978.
Hallaj al., Kitab at-Thawasin, Librarie Paul Geuthnerm, Paris, 1913.
Ibn ‘Arabi, Fushush al-Hikam, edisi Abu al-‘Ala ‘Afifi, Dar al-Kitab al-‘Arabi, Bairut-Libanon, 1980.
Ibrahim Bas-yuni, Nasy’atut Thasawwuf al-Islami, Dar al-Ma’arif, Makkah, tt.
Jalaluddin Rahmat, Manusia dalam al-Qur’an, Makalah diskusi Forum Studi Alternatif, [memeo], Semarang, 1989.
Marzuki Arsyad Ash., Drs, MA., Abdul Karim al-Jhili, al-Insan al-Kamil, Makalah diskusi Pasca Sarjana IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 1989.
Nicholson. R.A., The Idea of Personality in Sufism, Idarah-i Adabiyat-i Delli, Jayyed Press, Ballimaran, Delhi, 1976.
-----------------------, Studies in Islamic Mysticism, University Press, Cambridge, 1921.
-----------------------, Fit Tashawwuf al-Islami wa Tarikhihi, terjemahan Abu al-‘Ala ‘Afifi, Mathba’ah Lajnah at-Ta’lif wat Tarjamah wan-Naysr, Kairo, 1969.
Syahminan Zaini, Drs. Mengenal Manusia Lewat al-Qur’an, Bina Ilmu, Surabaya, 1980.
Shurawardi, ‘Awarif al-Ma’arif, Maktabah al-‘Alamiyah, 1358 H.
Thusi ath., Alluma’, edisi DR. Abd. al-Halim Mahmud dan Thaha Abd. Al-Baqi Surur, Dar al-Kutub Al-Haditsah, Mesir, 1960.
Published
2019-06-05