Psikodrama untuk Meningkatkan Empati Siswa di Sekolah Inklusif

Niki Cahyani
* Universitas Gadjah Mada

DOI: https://doi.org/10.14421/ijds.060204

Abstract


In an inclusive education setting, students with disabilities often become victims of bullying due to a lack of regular students’ empathy. The purpose of this study was to determine the effectiveness of psychodrama in increasing the empathy of regular students towards students with disabilities in inclusive schools. The study was conducted using an experimental method with one group model pre and post-test design. Sampling was done by purposive sampling technique, with the number of subjects 15 regular students in SMP Muhammadiyah 2 Malang. Data collection was done by interview and empathy scale survey. The data obtained were then analyzed using paired sample t-tests (p = 0.000, N = 15, t = -9.439). The research concludes that psychodrama can increase the empathy of regular students towards disabled students in inclusive schools of Muhammadiyah 2 Malang Junior High School.

[Dalam pelaksanaan pendidikan inklusif, siswa difabel sering menjadi korban perundungan (bullying) karena kurangnya empati siswa reguler. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas psikodrama dalam meningkatkan  empati siswa reguler terhadap siswa difabel di sekolah inklusif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen dengan model one group pre and post test design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik  purposive sampling, dengan jumlah subyek 15 siswa reguler di SMP Muhammadiyah 2 Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan survei skala empati. Data yang diperoleh lalu dianalisis dengan menggunakan paired sample t test (p= 0.000, N= 15, t= -9.439). Penelitian ini menyimpulkan bahwa psikodrama dapat meningkatkan empati siswa reguler terhadap siswa difabel di sekolah inklusif SMP Muhammadiyah 2 Malang]


Keywords


empathy among inclusive school students; psychodrama to increase empathy; harassment to the disabled students; empati siswa sekolah inklusif; psikodrama membangun empati; perundungan terhadap difabel

Full Text:

PDF

References


Clarke, D. (2003). Pro-Social and Anti-Social Behaviour. https://doi.org/10.4324/9780203414118

Direktorat PLB. (2007). Pedoman Umum Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif. Depdiknas.

Eisenberg, N., & Strayer, J. (Ed.). (1990). Empathy and its Development. Cambridge: Cambridge University Press.

Goleman, D. (2000). Working with Emotional Intelligence (Reprint edition). New York: Bantam.

Goleman, D. (2007). Social Intelligence: The New Science of Human Relationships (Reprint edition). New York, NY: Bantam.

Heward, W. L., & Orlansky, M. D. (1992). Exceptional Children: An Introductory Survey of Special Education (4th edition). New York: Merrill Pub Co.

Krevans, J., & Gibbs, J. C. (1996). Parents’ Use of Inductive Discipline: Relations to Children’s Empathy and Prosocial Behavior. Child Development, 67(6), 3263–3277. https://doi.org/10.2307/1131778

Latipun. (2002). Psikologi Eksperimen. Universitas Muhammadiyah Malang.

Lietz, C. A., Gerdes, K. E., Sun, F., Geiger, J. M., Wagaman, M. A., & Segal, E. A. (2011). The Empathy Assessment Index (EAI): A confirmatory factor analysis of a multidimensional Model of Empathy. Journal of the Society for Social Work and Research, 2(2), 104–124. https://doi.org/10.5243/jsswr.2011.6

Pramono, A. (2013). Pengembangan Model Bimbingan Kelompok Melalui Teknik Psikodrama untuk Mengembangkan Konsep Diri Positif. Jurnal Bimbingan Konseling, 2(2). Diambil dari https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jubk/article/view/2722

Pramuaji, K. A. (2012). Penggunaan Metode Bermain Peran (Role Play) dalam Meningkatkan Empati Teman Sebaya Siswa Kelas XILD Jurusan Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 02 Salatiga. Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.

Prawitasari, J. E. (2012). Psikologi klinis: Pengantar terapan mikro & makro / Johana E. Prawitasari (Vol. 2012). Diambil dari /free-contents/index.php/buku/detail/psikologi-klinis-pengantar-terapan-mikro-makro-johana-e-prawitasari-40645.html

Romlah, T. (2001). Teori dan Praktek Bimbingan Kelompok (Vol. 0). Diambil dari http://library.um.ac.id/free-contents/index.php/buku/detail/teori-dan-praktek-bimbingan-kelompok-tatiek-romlah-24451.html

Ryan, K., & Ryan, S. G. (2012). Linking Empathy to Character Via a Service Learning Endeavor. Journal of Civic Commitment, (18), 1–13.

Saleh, U. (2008). Pengaruh Pelatihan Mindfulness Terhadap Peningkatan Empati Perawat (Universitas Gadjah Mada). Diambil dari http://etd.repository.ugm.ac.id/index.php?mod=penelitian_detail⊂=PenelitianDetail&act=view&typ=html&buku_id=39570

Santrock, J. W. (2002). Life Span-Development (Perkembangan Masa Hidup) Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Saripah, I. (2010). Model Konseling Kognitif Perilaku untuk Menanggulangi Bulliying Peserta Didik: Studi Pengembangan Model Konseling pada Peserta didik Sekolag Dasar di beberapa Kabupaten Kota di Jawa Barat. Univesitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Strayer, J., & Roberts, W. (2004). Empathy and Observed Anger and Aggression in Five-Year-Olds. Social Development, 13(1), 1–13. https://doi.org/10.1111/j.1467-9507.2004.00254.x

Taufik. (2012). Empati Pendekatan Psikologi Sosial. Diambil dari http://www.rajagrafindo.co.id/produk/empati-pendekatan-psikologi-sosial/




Copyright (c) 2019 Niki Cahyani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.