Menjadi Ibu Tiri untuk Anak Cerebral Palsy

Diah Astuti
* Institut Agama Islam Al-Azhaar

DOI: https://doi.org/10.14421/ijds.060202

Abstract


This study aims to determine how the experience of being a good stepmother for children with cerebral palsy (CP children). With the stigma of a stepmother who tends to be negative, is it still possible to be a good stepmother for a CP child? In answering this question, the writer uses Talcot Parson's functionalism-structuralist theory to see the fulfillment of certain conditions for the creation of a stable/harmonious family. Data collection is done by interview and observation techniques. This research concludes that stepmothers are not always bad, not ideal, or evil-tempered. The determinants of how a stepmother is accepted are inseparable from the background of her life and acceptance and support from the family, both the nuclear family or extended family.

[Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengalaman menjadi ibu tiri yang baik bagi anak dengan cerebral palsy (anak CP). Dengan stigma ibu tiri yang cenderung negatif, masih mungkinkah menjadi ibu tiri yang baik bagi seorang anak CP? Dalam menjawab pertanyaan tersebut, penulis menggunakan teori fungsionalisme-strukturalis dari Talcot Parson untuk melihat pemenuhan syarat tertentu demi terciptanya keluarga yang stabil/harmonis. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ibu tiri tidak selalu buruk, tidak ideal, atau berperangai jahat. Adapun faktor penentu bagaimana ibu tiri diterima tidak terlepas dari latar belakang kehidupannya dan penerimaan dan dukungan dari keluarga, baik keluarga inti atau keluarga besar.]


Keywords


Step-mother for children with severe cerebral palsy; good-step mother; family acceptance; ibu tiri anak penyandang cerebral palsy derajat berat; penerimaan anak CP; pengasuhan anak CP.

Full Text:

PDF

References


Bell, S. E. (2004). Intensive Performances of Mothering: A Sociological Perspective. Qualitative Research, 4(1), 45–75. https://doi.org/10.1177/1468794104041107

Cann-Milland, S., & Southcott, J. (2018). The Very Perplexed Stepmother: Step Motherhood and Developing a Healthy Self-Identity. The Qualitative Report, 23(4), 823–838.

Daulay, D. A., & Chairiyah, R. (2018). Gambaran Penerimaan Diri Ibu Tiri yang Memiliki Anak Tunarungu. Talenta Publisher, 1(1). https://doi.org/10.32734/lwsa.v1i1.225

Huang, Y.-P., Kellett, U. M., & John, W. S. (2010). Cerebral Palsy: Experiences of Mothers After Learning Their Child’s Diagnosis. Journal of Advanced Nursing, 66(6), 1213–1221. https://doi.org/10.1111/j.1365-2648.2010.05270.x

Ida. (2018a, Januari 29). Good Step-Mother for Special Children: Pengalaman Ibu Tiri yang Memiliki Anak Penyandang Cerebral Palsy [Wawancara].

Ida. (2018b, Februari 9). Good Step-Mother for Special Children: Pengalaman Ibu Tiri yang Memiliki Anak Penyandang Cerebral Palsy [Wawancara].

Leonard, J. F., Cadenhead, S. L., & Myers, M. E. (1997). Keys to Parenting a Child with Cerebral Palsy. Diambil dari http://archive.org/details/keystoparentingc00leon

Puspitawati, H. (2013). Konsep. Teori dan Analisis Gender. Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen. Diambil dari http://www.ikk.fema.ipb.ac.id/v2/images/karyailmiah/gender.pdf

Ratu, A. (2017). Karakter Ibu Tiri Selalu Jahat: Studi Perbandingan Cerita Rakyat Indonesia. Jurnal Sosial Humaniora, 10(1), 1-8–8. https://doi.org/10.12962/j24433527.v10i1.2315

Rethlefsen, S. A., Ryan, D. D., & Kay, R. M. (2010). Classification Systems in Cerebral Palsy. Orthopedic Clinics, 41(4), 457–467. https://doi.org/10.1016/j.ocl.2010.06.005

Rinawati, A. (2017). Relasi Orang Tua Tiri dengan Anak dan Pengaruhnya Terhadap Upaya Membentuk Keluarga Sakinah (Studi Keluarga Tiri di Desa Raji Kecamatan Demak Kabupaten Demak Jawa Tengah) (Masters, UIN Sunan Kalijaga). Diambil dari http://digilib.uin-suka.ac.id/25120/

Riness, L. S., & Sailor, J. L. (2015). An Exploration of the Lived Experience of Step-Motherhood. Journal of Divorce & Remarriage, 56(3), 171–179. https://doi.org/10.1080/10502556.2015.1012702

Sariroh, S. T. (2017). Perkawinan dini perspektif Fungsionalisme Struktural: Studi Kasus di Desa Poreh, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura (Masters, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim). Diambil dari http://etheses.uin-malang.ac.id/10242/

Sidi, P. (2014). Krisis Karakter Dalam Perspektif Teori Struktural Fungsional. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi Dan Aplikasi, 2(1). https://doi.org/10.21831/jppfa.v2i1.2619

Singogo, C., Mweshi, M., & Rhoda, A. (2015). Challenges Experienced by Mothers Caring for Children with Cerebral Palsy in Zambia. South African Journal of Physiotherapy, 71(1), 6. https://doi.org/10.4102/sajp.v71i1.274

Slaich, V. (2009). Cerebral Palsy (1/E edition). Jaypee Brothers Medical Publisher (P) Ltd: Jpb.

Werner, D. (1987). Disabled Village Children: A Guide for Community Health Workers, Rehabilitation Workers, and Families.




Copyright (c) 2019 Diah Astuti

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.