Kajian Hadis Di Era Global

Muhammad Alfatih Suryadilaga
* UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI: https://doi.org/10.14421/esensia.v15i2.773

Abstract


Hadith as the teachings of Islam which is one of the relics of the Prophet Muhammad has been progressing in the contemporary era. Both accessing and searching to study Hadith has easily carried out via the internet. The ease of access is not only in terms of searching Hadith and books of traditions and knowledge; it also found that certain software can be used to assess the Hadith authentication. Moreover, one easily assess a particular Hadith which in earlier times is very unlikely can be assessed. That is something on which to base any fundamental change in the development of fundamental traditions that become the dynamic tradition in the era of Dirasah al-Islamiyya. This study could be found in scientific journals that developed in the tradition of knowledge in PTAI in Indonesia and abroad. There is a tremendous development of the study compared to the studies that have been done earlier scholars. Existing studies do not just dwell on the text alone but goes beyond the text, which is in the public domain. This study became known as living traditions. In addition to the tradition, it raises another tradition that is the study of  Hadith through serious study on the books of Hadith both in Indonesia and in Brunei Darussalam.

[Hadis sebagai ajaran Islam yang merupakan salah satu peninggalan dari Nabi Muhammad saw. telah mengalami perkembangan di era kekinian. Akses dalam pencarian hadis dan studi hadis dengan mudah ditemukan melalui media internet. Kemudahan akses tersebut tidak hanya dalam hal pencarian hadis dan kitab-kitab hadis dan ilmunya saja. Selain itu juga ditemukan software tertentu yang dapat dijadikan untuk menilai otentifikasi hadis. Lebih dari itu, seseorang  dengan mudah mengkaji kitab hadis tertentu yang pada zaman sebelumnya sangat tidak mungkin dapat dikaji. Hal tersebut merupakan sesuatu yang menjadi dasar adanya perubahan yang sangat mendasar dalam perkembangan hadis yang sangat mendasar sehingga menjadi adanya kajian hadis yang sangat dinamis yang masuk di era al-Dirasah Islamiyyah. Kajian ini terdapat dalam jurnal ilmiah yang berkembang dalam tradisi keilmuan di PTAI di Indonesia maupun luar negeri. Terdapat perkembangan kajian yang luar biasa dari kajian yang telah dilakukan ulama sebelumnya. Kajian yang ada tidak hanay berkutat pada teks semata melainkan sudah melampaui teks, yakni berada di ranah masyarakat. Kajian ini kemudian dikenal dengan living hadis. Selain tradisi tersebut, memunculkan tradisi lain yaitu adanya kajian kitab hadis melalui pengkajian yang serius atas kitab-kitab hadis baik yang ada di Indonesia maupun di negera Brunei Darussalam.]


Keywords


Hadith Studies; Globalization; Dirasah al-Islamiyya

Full Text:

PDF

References


Aflaha, Umi. Kajian Hadis di Kalangan Ormas Islam. Tesis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Ahmad ibn Hanbal, Musnad Ahmad ibn Hanbal, juz II. Beirut: Dar al-Fikr, t.th..

Ali. Muhamamd, Urgensi Sanad dalam Hadis, dalam al-Fikr, Vol 15, No. 1 tahun 2011

Azami, MM. Memahami Ilmu Hadis Telaah Metoologi dan Literatur Hadis, terj. Mieth Kieraha. Jakarta: Lentera, 1995.

Bukhari, Abu Abdillah Muhammad ibn Isma’il. Sahih al-Bukhari, juz II (Beirut: Dar al-Fikr, t.th..

Darimi, Al-Kabir Abdullah ibn Abdurrahman ibn Fadl ibn Bahran ibn Abd al-Samad al-Tamimiy. Sunan al- Darimi, juz II. Indonesia; Maktabah Dahlan, 1984.

Hakit BOZ, Hadith Autenticity of the Science of Hermeneutucs. Vol. 3 No. 2 Januari 2013, Journal of Humnities and Social Sciencethe American Journal of Islamic Social Sciences 24: 4

Hasbi ash-Shiddieqy, Sejarah Perkembangan Hadis (Jakarta: Bulan Bintang, 1973), 13-14.

http://www.arab-eng.org/vb/t274036.html

http://www.saaid.net/book

Khan, Israr Ahmad. The Autentification of Hadith: Redefining Criteria, the American Journal of Islamic Social Sciences 24: 4

Khatib, Muhamamd Ajjaj. al-Sunnah Qabl al-Tadwin. Beirut: Dar al-Fikr, 1981.

Madjid, Abd. Hermeneutika Hadis gender, Jurnal al-Ulum Vol. 13 No. 2 Desember 2013

Muslim, Imam. Sahih Muslim, Juz II. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, t.th.

Radjab, Membangun Tradisi Baru Penelitian Hadis dalam al-Fikr, Vol 15, No. 2 tahun 2011.

Shochimin. Mahmud Abu Rayyah dalam Hadis dalam Hunafa Jurnal Studi Islamika Vol 9 No. 2 2012, halaman 271-300.

Suhendra, Ahmad. Menilik Rebosisasi dalam Hadis jurnal Hermenutik STAIN Kudus, Vol. 8 No., 2 Juli 2012

Suryadilaga, Muhammad Alfatih. Pemaknaan Joged Salawat Mataram. Penelitian UIN Sunan Kalijaga tahun 2013.

Suryadilaga, Muhammad Alfatih. Tradisi Sekar Makam dalam Jurnal al-Risalah, Vol. 13 No. 1 Mei 2013

Syarifuddin, Zakat Fitrah (Hadis Tematik) dalam Jurnal al-Hikmah, Vol. XIV, No. 2 tahun 2013.

Yusoff, Yunus, Roslan Ismail dan Zainuddin Hassan, Adopting Hadith Verification Techniques to Digital Evidence Autentification, dalam Journal of Computer Science 6 (5): 484-489, 2010


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin

ISSN 1411-3775  |   E-ISSN 2548-4729

Accredited by Director General of Research and Development Research and Development of the Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia. Decree No: 36a/E/KPT/2016

Creative Commons License

This work is licensed under
a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0).