TRADISI KAWIN COLONG PADA MASYARAKAT OSING BANYUWANGI PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM ISLAM

Ramdan Wagianto

Abstract


Marriage is a sunnatullah which its conditions is determined by religion. However, the existence of marriage becomes disturbed when faced with the matter of tradition, such as the tradition of colong marriage in the Osing Banyuwangi community. This matter is because this tradition has no comprehensive formulation within nas, including alquran, sunnah, as well as ijima’. The colong marriage is a form of making a marriage proposal with traditional Osing wasilah. However, this marriage tradition creates social tension in the community such that there are some who feel aggrieved. There are several factors causing this situation, including: disagreement by parents, nyepetaken lakon, fear of a proposal being rejected, and different social statuses and economic levels. In Islamic law sociology with the theory of al-‘urf approach,  consider that the colong marriage still considered of legitimate urf.

[Perkawinan merupakan sunnatulllah yang ketentuannya telah ditetapkan dalam agama. Akan tetapi, eksistensi perkawinan menjadi terusik ketika dihadapkan dengan persoalan tradisi, seperti tradisi kawin colong pada masyarakat osing Banyuwangi. Hal tersebut dikarenakan tradisi ini tidak ada rumusan yang komprehensif di dalam nas baik Alquran, Sunnah maupun ijma’. Kawin colong merupakan bentuk peminangan dalam perkawinan dengan wasilah adat osing. Namun, tradisi kawin ini menyebabkan ketegangan sosial di masyarakat, sehingga ada pihak yang merasa dirugikan. Ada beberapa faktor penyebabnya, diantaranya adalah tidak disetujui oleh orang tua, nyepetaken lakon, takut lamaran ditolak dan perbedaan status sosial dan tingkat perekonomian. Sosiologi Hukum Islam dengan pendekatan teori al-‘urf, memandang kawin colong masih tergolong ‘urf yang sahih.]


Keywords


Kawin Colong, Khitbah (Peminangan), Sosiologi Hukum Islam

Full Text:

PDF

References


‘Allusi, Abi ‘Abdillah ‘Abdi as-Sala, Ibanahal Ahkam Syarh Bulugh al Maram, Juz III, Beirut: Dar al-Fikr, 2004.

Abdurrahman bin Abi Bakr asy-Syuyuti, Jalauddin,al-Asybah Wa an-Nadha-ir, cet III. Beirut-Lebanon : Dar al- Kutub aI-Ilmiyah, 2005.

Abu Ishaq Ibrahim asy-Syatibi, al-Muwafaqat fi Usul al-Ahkam (eds) as-SayyidMuhammad al-Hudar Husain (ttp.:Dar al-Fikr,1341.

Ali, Zainuddin, M.A., Hukum Perdata Islam Indonesia, cet.I ( Jakarta: Sinar Grafika, 2006)

Al-Jaziri, Abdurrahmam, Kitab al-Fiqh ‘ala ‘al-Mazahib al-Arba’ah, Beirut: Dar Ihya’ at-Turas al-Arabi, 1969.

Azzam, Muhammad, Abdul Aziz, dan Abdul Wahhab Sayyed Hawwas, al- usrah wa ahkamuha fi at-Tasyri’ al-Islami (terj) Abdul Majid Khon, Fiqh Munakahat Khitbah, Nikah dan Talak, cet ke-2 ,AMZAH:Jakarta.

az-Zuhaily, Wahbah, al-Fiqh al-Islamy, Damsik: Dar al-Fikr, 2001.

Bukhari al-, Abi Abdillah bin Isma’il, Matn al-Bukhari, Jeddah : al-Haramain.t.t.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, cet. II ,Jakarta: Balai Pustaka, 1989.

Elliot, Thomas Dawes dan Henry Pratt Fair Child (ed.), Dictionary of Sociology and Related Sciences, New Jersey: Little Field, Adam & Co., 1975.

Hadikusuma, H. Hilman, Prof., Hukum Perkawinan Indonesia: Menurut Perundangan, Hukum Adat, Hukum Agama, cet.II, Bandung: CV. Mandar Maju, 2003.

Hakim, Rahman, Hukum Perkawinan Islam, cet ke-1, Bandung: Pustaka Setia, 2000.

Hazairin, Hukum Kekeluagaan Nasional Indonesia, Jakarta: Tintamas, 1961.

http://berita.ini-aja.com/news/readmore/608224

http://news.liputan6.com/read/55230/kawin-lari-ala-orang-osing

http://wong-using.blogspot.com/2011/02/melayokaken-dan-ngeleboni-akibat-buntu.html

http://wong-using.blogspot.com/2011/02/melayokaken-dan-ngeleboni-akibat-buntu.html

http://www.kabarbanyuwangi.com/kawin-colongan.html,

Idhomy, Dahlan, Asas-asas Fikih Munakahat Hukum Keluarga Islam , cet ke-1, Surabaya: al-Ikhlas, 2004.

Imam Budhi Santoso, Petuah-Petuah Bijak Para Leluhur Nusantara seputarPerkawinan, Yogyakarta: Laksana,2011.

Koentjaraningrat, Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan, Jakarta: GramediaPustaka, 1999.

Kompilasi Hukum Islam, Citra Umbara: Bandung, 2012.

Mardi Warsito, L, Kamus Jawa Kuna Indonesia, ttp: Nusa Indah, 1978.

Maulana, Syarif, Bani, Sosiologi Hukum Islam di Indonesia, Malang: Aditya Media, 2010.

Mu’allim, Amir dan Yusdani, Konfigurasi Pemikiran Hukum Islam, cet. II Yogyakarta: UII Press Indonesia, 2001.

Mudzhar, Atha’, Studi Hukum Islam dengan Pendekatan Sosiologis, Dalam M. Amin Abdullah, dkk (eds) Antologi Studi Islam: Teori dan Praktek, cet. I, Yogyakarta: Sunan Kalijaga Press, 2000.

Mukhtar, Kamal, Asas-asas Hukum Tentang Perkawinan , cet ke-2, Jakarta: Bulan Bintang, 1993.

Nasaruddin Latif, Sutan Marajo, H., Ilmu Perkawinan: Problematika Seputar Keluarga dan Rumah Tangga, cet.I., Bandung: Pustaka Hidayah, 2001.

Nasution, Khoiruddin, Hukum Perkawinan 1, Yogyakarta: ACAdeMIA + TAZZAFA, 2005.

_______, Hukum Perkawinan & Warisan di Dunia Muslim Modern,cet.I, Yogyakarta: Tazzafa + ACAdeMIA, 2012.

_______, Pengantar & Pemikiran: Hukum Keluarga (Perdata) Islam Indonesia, cet.I, Yogyakarta: Tazzafa+ACAdeMIA, 2007

_______,Hukum Perkawinan I Dilengkapi Perbandingan UU Negara Muslim Kontemporer,Yogyakarta: ACAdeMIA+TAZZAFA, 2004.

_______,Pendekatan Studi Islam, cet. IV, Yogyakarta: Pustaka Pelajar,2002.

_______,Pengantar Studi Islam, cet. I, Yogyakarta: Tazzafa + ACAdeMIA, 2009.

_______,Smart & Sukses, Yogyakarta: Tazzafa + ACAdeMIA, 2008.

Nawawi al-, Sahih Muslim bi asy- Syarh al-Imam al-Nawawi, ttp: Dar al-fikr, t.t.

Purwadi, Dr., M.Hum., Kamus Jawa-Indonesia, Indonesia-Jawa, Yogyakarta: Bina Media, 2006.

Rahardjo, Mudjita, “Perubahan Sosial di Mintakat Panglaju Bandung Malang”, jurnal STAIN Malang, edisi No. 5, 1998.

Raharja, Pengantar Sosiologi Pedesaan dan Pertanian, Yogyakarta: Gadjah MadaUniversity Press, 1999.

Rahman, Abdur, I. Doi, Perkawinan Dalam Syari’at Islam, alih bahasa Basri Iba Asghari dan Wadi Mashuri, cet.III, Jakarta : rieka Cipta, 1996.

Reizam, DT, Muhammad,Pernikahan yang Indah, Membangun Sendi-Sendi Keluarga Muslim . Yogyakarta : Lembaga Pengembangan dan Studi Islam Universitas Ahmad Dahlan, 2002.

Rofiq, Ahmad,Hukum Islam di Indonesia, Jakarta : Raja Grafindo, 1998.

Sabiq, as-Sayyid, Fiqh as-Sunnah , Beirut : Dar al-Fikr, 1983. II

Shihab, M. Quraish,Wawasan al-Qur’an, Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat,cet IXBandung : Mizan, 1999.

Soekanto, Soekanto,Sosilogi: Suatu Pengantar, cet. ke-43,Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2010.

Sulaiman, Munandar, Ilmu Sosial Dasar Teori dan Konsep Ilmu Sosial, eds. Revis, Bandung: PT Eresco,1992.

Syamsudin, M., dkk., Hukum Adat dan Modernisasi Hukum, cet. ke-1 Yogyakarta: Fakultas Hukum UII, 1998.

Takariawan, Cahyadi, Di Jalan Da’wah Aku Menikah, cet.III., Yokyakarta: Talenta, 2003.

Tebba, Sudirman, Sosiologi Hukum Islam, Yogyakarta: UII Press, 2003

Undang-undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Citra Umbara: Bandung, 2012.

Wahhab, Khallaf, Abdullah, ‘Ilmu Ushul al-Fiqh, Jiddah :Haramain, 2004.




DOI: https://doi.org/10.14421/ahwal.2017.10106

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Ramdan Wagianto



 

Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International.

Address: Al-Ahwal Research Centre Department of Islamic Family Law, Faculty of Sharia and LawUIN Sunan Kalijaga 

Marsda Adisucipto Street No. 1 Yogyakarta 55281 Indonesia, Telp. 082339961357 (WA), Email: ahwal@uin-suka.ac.id