Resepsi Al-Qur'an dalam Konstruksi Ruang dan Waktu Sakral 

Studi Etnografi Khataman Jumat Legi di Makam Desa Tobai Timur, Sampang

Authors

  • Moh. Alfarizi Putra UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.14421/jm.2026.62.02

Keywords:

Living Qur’an, Khataman Qur’an, Resepsi, Simbolisme Ritual, dan Fungsi Sosial

Abstract

The tradition of completing the recitation of the Qur’an every Friday Legi at the cemetery in Tobai Timur Village, Sokobanah, Sampang, is a religious practice known as “Khataman Jumat Manisan.” It has developed organically without formal coordination, yet takes place simultaneously across hamlets. This phenomenon has not yet been studied in depth from the perspective of the Living Qur’an, particularly regarding its dimensions of reception, symbolism, and social function. This study aims to analyze the practice, symbolic meanings, and functions of this tradition for the lives of the local community. The method employed is ethnography from James Spradley’s perspective, utilizing participant observation, in-depth interviews, and documentation at the research site. The findings reveal that this tradition originated from the transmission and transformation of the khataman practice from domestic spaces to the cemetery area around 2015, spearheaded by local figures. Symbolically, time (Friday Legi as sayyidul jumat) and space (the grave as ḥablun mina al-qubūr) are interpreted as a single spiritual unity that strengthens the community’s transcendental orientation by seeking blessings, reinforcing social solidarity, and serving as a means of transmitting spiritual and moral values. This study contributes to expanding the study of the Living Qur'an by demonstrating that the reception of the Qur'an is not merely textual but is also manifested in the construction of space, time, and social solidarity.

Tradisi khataman Al-Qur’an setiap Jumat Legi di makam Desa Tobai Timur, Sokobanah, Sampang, merupakan praktik keagamaan yang dikenal sebutan “Khataman Jumat Manisan” dan berkembang organik tanpa koordinasi formal, namun berlangsung serempak lintas dusun. Fenomena ini belum dikaji secara mendalam dari perspektif Living Qur'an, khususnya menyangkut dimensi resepsi, simbolisme, dan fungsi sosialnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik, pemaknaan simbolik, dan fungsi tradisi tersebut bagi kehidupan masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah etnografi perspektif James Spradley, melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi di lokasi penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini bermula dari transmisi dan transformasi praktik khataman dari ruang domestik ke area pemakaman sekitar tahun 2015, yang dipelopori tokoh-tokoh lokal. Secara simbolik, waktu (Jumat Legi sebagai sayyidul jumat) dan ruang (makam sebagai ḥablun mina al-qubūr) dimaknai sebagai satu kesatuan spiritual yang memperkuat orientasi transendental komunitas dengan mengharap keberkahan, memperkuat solidaritas sosial, dan berperan sebagai sarana transmisi nilai spiritual dan moral. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas kajian Living Qur'an dengan menunjukkan bahwa resepsi Al-Qur'an tidak hanya bersifat tekstual, tetapi juga terwujud dalam konstruksi ruang, waktu, dan solidaritas sosial.

References

Aldien, Haekal Fauzi. “Tradisi Ngajikeun: Khataman Al-Qur’an Pasca Kematian Di Kota Tangerang Selatan.” UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2022.

Ali, Ahmad Zulfikar, Totok Agus Suryanto, Agus Saifuddin Amin, and Moh. Maliji. “Bhesah Alos: Etika Komunikasi Remaja Dalam Pergaulan Sosial Di Kabupaten Sampang Madura.” Jurnal Reflektika 16, no. 1 (2021): 213–39. https://doi.org/10.28944/reflektika.v16i1.896.

Amin, Muhammad, and Muhammad Arfah Nurhayat. “Resepsi Masyarakat Terhadap Al-Quran.” Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, Dan Fenomena Agama 21, no. 2 (2020): 290–303. https://doi.org/10.19109/jia.v21i2.7423.

Nasa’i, Abu Abdurrahman Ahmad bin Syu’aib bin Ali-al-Khurasani. As-Sunan As-Sughra Li An-Nasa’i. Cetakan II. Dar: Maktab Al-Mathbu’at Al-Islamiyah, Alepo, 1986.

Tirmidzi, Muhammad bin ’Isa bin Saurah bin Musa bin adl-Dlahhak. Al-Jami’ Al-Kabir - Sunan At-Tirmidzi. Dar: Al-Gharib Al-Islamiy - Beirut, 1998.

Br, Nosita, Tarigan, Fritz Hotman S, Damanik, Marthinus Ngabalin, Suprapto Estede, Elirani Gea, et al. Sosiologi Agama (Dinamika Dan Fenomena Sosial Kontemporer). Cetakan I. D.I. Yogyakarta: PT. Star Digital Publishing, 2025.

Dartiningsih, Bani Eka. Budaya Dan Masyarakat Madura. Edisi I. Indramayu Jawa Barat: Penerbit Adab, 2022. https://penerbitadab.id.

Geertz, Clifford. The Interpretation Of Cultures. New York: Basic Books, Inc., 2018.

Halbwachs, Maurice. On Collective Memory. Chicago: University of Chicago Press, 1922.

Hanbal, Al-Imam Ahmad bin. Musnad Al-Imam Ahmad Bin Hanbal. Cetakan I. Dar: Muassasah Ar-Risalah, 2001.

Jum’ah, Ali. Al-Bayan Al-Qawim Li Tashihi Ba’dh Al-Mafahim. Cetakan I. Kairo, Mesir: Dar Al-Qindaniyah, n.d.

Miles, Matthew B., A. Michael Huberman, and Johnny Saldaña. Qualitative Data Analysis A Methods Sourcebook. Third. United States of America: SAGE Publications, Inc., 2014.

Nasif, Muhammad. “Ini Cara Berdialog Dengan Allah Melalui Al-Quran.” tafsiralquran.id, 2020. https://tafsiralquran.id/inilah-cara-berdialog-dengan-allah-melalui-al-quran/.

Rafiq, Ahmad. “Living Qur’an: Its Texts and Practices in the Functions of the Scripture Living Quran: Teks Dan Praktik Dalam Fungsi Kitab Suci.” Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Dan Hadis 22, no. 2 (2021): 469–84. https://doi.org/10.14421/qh.2021.2202-10.

Ramadan, Ilham. “Study of Living Hadith on the Khataman Al-Qur’an Tradition over Graves in North Padang Lawas.” Jurnal Living Hadis 7, no. 2 (2023): 269–84. https://doi.org/10.14421/livinghadis.2022.4277.

Setyaningsih. Nilai-Nilai Budaya Madura : Perbandingan Dengan Nilai-Nilai Budaya Barat. Cetakan I. Indramayu Jawa Barat: Penerbit Adab, 2023. https://penerbitadab.id.

Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Mishbah. Cetakan IV. Jakarta: Lentera Hati, 2005.

Simmel, Georg. “A Contribution to The Sociology of Religion.” The University of Chicago Press 11, no. 3 (1905): 359–76.

Spradley, James P. Metode Etnografi. Cetakan II. Yogyakarta: Tiara Wacana, 2007.

Taufiqurrahman. “Identitas Budaya Madura.” KARSA Journal of Social and Islamic Culture Vol. XI (2012): 1–11. https://doi.org/10.19105/karsa.v11i1.143.

Wahidah, Fatira, and Abdul Muiz Amir. Jejak Studi Living Qur ’ an (Otoritas, Idealitas, & Realitas). Cetakan I. Sulawesi Tenggara: Silqa Press, IAIN Kendari, 2024.

Zubairi, A. Dardiri. Wajah Islam Madura. Edisi II. Jakarta Barat: TareBooks, 2020.

Downloads

Published

2026-05-18

Issue

Section

Articles