Hermeneutika Hayāh

Fusi Horizon Makna Kehidupan dalam Tafsir Ibn Kathīr dan Prinsip Hak Hidup Universal

Authors

  • Ahmad Najih Nabhan ‘Amar Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.14421/jm.2026.62.02

Keywords:

Ḥayāh, Qiṣāṣ, Tafsīr Ibn Kathīr, Gadamer's Hermeneutics

Abstract

Abstract

This study examines the conceptual tension between the understanding of qiṣāṣ in classical exegesis, which is often positioned as a legitimization of capital punishment for the sake of preserving life, and the modern human rights paradigm that places the right to life as a non-derogable principle. Using the philosophical hermeneutics of Hans-Georg Gadamer, this study  dialogues the horizon of Ibn Kathīr's interpretation with the context of penal code reform in Indonesia. The findings show that the meaning of ḥayāh in QS. al-Baqarah: 179 should not be narrowed down solely to physical survival. Through the process of fusion of horizons, the principle of ḥifẓ al-nafs in Ibn Kathīr's exegesis meets the spirit of contemporary national law, which places capital punishment as a last resort with a probationary period. Ibn Kathīr's emphasis on forgiveness and iyyah (blood money) also finds actual relevance in the restorative justice approach. This study concludes that qiṣāṣ can be constructively reinterpreted as an instrument for social restoration and offender rehabilitation, without itself being detached from universal human values.

 

Abstrak

Penelitian ini mengkaji ketegangan konsep antara pemahaman qiṣāṣ dalam tafsir klasik yang kerap diposisikan sebagai legitimasi hukuman mati demi menjaga keberlangsungan hidup, dan paradigma Hak Asasi Manusia (HAM) modern yang menempatkan hak hidup sebagai prinsip yang tidak dapat dikurangi. Dengan pendekatan hermeneutika filosofis Hans-Georg Gadamer, kajian ini mendialogkan cakrawala penafsiran Ibnu Katsir dengan konteks pembaruan hukum pidana di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa makna ḥayāh dalam QS. Al-Baqarah: 179 tidak seharusnya dipersempit pada perekaman fisik semata. Melalui proses peleburan cakrawala , organisasi ḥifẓ al-nafs dalam tafsir Ibnu Katsir bertemu dengan semangat hukum nasional kontemporer yang menempatkan hukuman mati sebagai alternatif terakhir dengan masa percobaan. Penekanan Ibnu Katsir pada nilai pemaafan dan qiṣāṣ  juga menemukan relevansi aktual dalam pendekatan restorative justice . Penelitian ini menyimpulkan bahwa qiṣāṣ dapat memperbarui ulang secara konstruktif sebagai instrumen pemulihan sosial dan rehabilitasi pelaku, tanpa melepaskan diri dari nilai-nilai kemanusiaan universal

References

Al-Ashfahani, Raghib. Mu’jam al-Mufradat Alfadz al-Qur’an. Dar al-Qalam, 2009.

Al-Dzahabi, Muhammad Husein. Al-Tafsir wa al-Mufassirun. Juz 1. Maktabah Wahbah, 2000.

Al-Hafidz, Ahsin W. Kamus Ilmu al-Qur’an. Amzah, 2006.

Al-Qurasyī, Ismā‘īl bin ‘Umar bin Kaṡīr. Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm. Juz 1. Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1998.

Arief, Barda Nawawi. Pembaruan Hukum Pidana dalam Perspektif Kajian Perbandingan. Citra Aditya Bakti, 2011.

Muladi, dan Barda Nawawi Arief. Bunga Rampai Hukum Pidana. Alumni, 2010.

Ash-Shiddieqy, Muhammad Hasbi. Falsafah Hukum Islam. Pustaka Rizki Putra, 2001.

Atmasasmita, Romli. Sistem Peradilan Pidana Kontemporer. Kencana, 2010.

Gadamer, Hans-Georg. Truth and Method. Continuum, 2004.

Hakim, Ahmad Husnul. Ensiklopedi Kitab-Kitab Tafsir. Elsiq Tabarakarrahman, 2019.

Hamka. Tafsir Al-Azhar. Jilid 1. Pustaka Panjimas, 1982.

Hamzah, Andi. Hukum Acara Pidana Indonesia. Sinar Grafika, 2017.

Hidayat, Topik. "Hukuman Mati dalam Perspektif Islam dan HAM." Jurnal Hukum Islam 15, no. 1 (2018).

Hidayat, Topik. "Penerapan Restorative Justice dalam Tindak Pidana Pembunuhan Perspektif Hukum Islam." Jurnal Hukum Islam 18, no. 2 (2020).

Irfan, M. Nurul. "Hukuman Mati dalam Hukum Pidana Islam dan Hukum Positif." Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah 12, no. 1 (2012).

Irfan, M. Nurul. HAM dan Hukum Islam: Wacana dan Implementasi. Kencana, 2019.

Kementerian Agama Republik Indonesia. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Kementerian Agama RI, 2019.

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. 2023.

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. 1981.

United Nations General Assembly. Universal Declaration of Human Rights. UN, 1948.

Wijaya, Aksin. Menalar Syariat: Diskursus Kemaslahatan dan Keadilan dalam Hukum Islam. IRCiSoD, 2020.

Downloads

Published

2026-08-08

Issue

Section

Articles