Worldly Love from the Perspective of the Al-Qur’an
A Thematic Analysis of the Terms Ḥubb Al-Dunyā, Al-‘Ājilah, Zīnah, and La‘ib Wa Lahwu
DOI:
https://doi.org/10.14421/jm.2025.51.06Keywords:
Wordly Love, al-Qur'an, Thematic AnalysisAbstract
This study aims to examine the concept of worldly love in the Al-Qur’an through an analysis of the terms ḥubb al-dunyā, al-‘ājilah, zīnah, and la‘ib wa lahwu, in order to formulate relevant ethical guidelines for Muslims in the modern era. The novelty of this study lies in its specific focus on certain terms that reflect love of the world, unlike previous studies that tended to discuss the world in general without specifying the concept of love of the world but rather focused more on the world itself. The method used is a literature review combining thematic (mauḍū’ī) and linguistic-analytical (bayānī) approaches. The results of the study classify these terms into explicit (manṭūq) and implicit (mafhūm) categories. From a bayānī perspective, the term ḥubb al-dunyā explicitly refers to the world as the object of excessive love, whereas al-‘ājilah functions as an attribute (waṣf) that emphasizes the world’s transient and fleeting nature. Implicitly, zīnah refers to objects of adornment and material luxury, while la‘ib wa lahwu describe the distracting nature of worldly life. In the contemporary context, the interpretation of love for the world in modern life has highly relevant implications for confronting the tide of materialism and maintaining a balance between material and spiritual achievements; the haste in pursuing worldly pleasures conflicts with preparation for the hereafter, while an optimistic attitude toward making the most of the world is essential
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep cinta dunia dalam Al-Al-Qur’an melalui analisis terhadap lafaz ḥubb al-dunyā, al-‘ājilah, zīnah, dan la‘ib wa lahwu, guna merumuskan panduan etis yang relevan bagi umat Islam di era modern.Kebaruan penelitian ini terletak pada spesifikasi kajian terhadap lafaz-lafaz tertentu yang mencerminkan cinta dunia, berbeda dari penelitian terdahulu yang cenderung membahas dunia secara umum tanpa mengspesifikkan konsep cinta dunia. Tetapi lebih banyak membahas tentang dunia. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan kombinasi pendekatan tematik (mauḍū’ī) dan linguistik-analitis (bayānī). Hasil penelitian mengklasifikasikan lafaz-lafaz tersebut ke dalam kategori eksplisit (manṭūq) dan implisit (mafhūm). Secara bayānī, lafaz ḥubb al-dunyā secara eksplisit menunjuk dunia sebagai objek kecintaan yang berlebihan, sedangkan al-‘ājilah berfungsi sebagai sifat (waṣf) yang menekankan karakter dunia yang fana dan cepat berlalu. Secara implisit, zīnah merujuk pada objek perhiasan dan kemewahan materi, sementara la‘ib wa lahwu menggambarkan sifat kehidupan duniawi yang melalaikan. Dalam konteks kekinian, Penafsiran cinta dunia dalam kehidupan modern memberikan implikasi yang sangat relevan untuk menghadapi arus materialisme dan menjaga keseimbangan antara pencapaian material dan spiritual, ketergesaan dalam mengejar kenikmatan duniawi bertentangan dengan persiapan akhirat dan bersikap optimisme dalam memanfaatkan dunia.
References
Al-Ashfahāni, Al-Rāghib. Al-Mufradāt fi Gharīb al-Al-Qur’an, Kamus Al-Al-Qur’an, Terj. Ahmad Zaini Dahlan. Vol. 2. Jawa Barat: Pustaka Khazanah Fawa’id, 2017.
Alfani, Ilzam Hubby Dzikrillah, Akhmad Aidil Fitra, Maolidya Asri Siwi Fangesty, Jimmy Malintang, dan Muhammad Hafidz Khusnadin. Interpretation Of Quranic Verses: Life In The World Perspective Of Tafsir Ruh Al-Ma’ani Al-Alusi. X, no. 1 (2025).
Al-Farisy, Muhammad Salman, Wildan Fata Mubarok, dan Lira Erlina. “Al-Dunyā Sūratuhā Wa Haqīqatuhā Fī Al-Qur`ān Al-Karīm (Dirāsaħ Maudūiyyah): الدنيا صورتها وحقيقتها في القرآن الكريم (دراسة موضوعية).” Zad Al-Mufassirin 3, no. 1 (2021): 100–131. https://doi.org/10.55759/zam.v3i1.58.
Al-Jābirī, Muḥammad `Abid. Bunyah al-‘Aql al-‘Arabī, Model Epistemologi Hukum Islam”, dalam “Pemikiran Islam Kontemporer.” Vol. 1, disunting oleh Khudori Soleh, with Erik Sabti Rahmawati, Muhyar Fanani, Mulyadhi Kartanegara, dkk. Yogyakarta: Jendela, 2003.
Al-Zamakhsyari, Abu Qasim Mahmud bin Umar bin Muhammad bin Ahmad bin Umar. al-Kasysyāf ‘an Ḥaqāiq Ghawamidh al-Tanzīl wa ‘Uyun Aqawil fi Wujuh al-Tanzil. Beirut: Dar al-Kitab al-‘Arabi, 1407.
Chaplin, J. P. Dictionary of Psychology, Kamus Lengkap Psikologi, Terj. Kartini dan Kartono. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004.
Djuned, Muslim. “Lafaz Al-Hubb dalam Al-Al-Qur’an menurut Al-Buthi.” TAFSE: Journal of Al-Qur’anic Studies 8, no. 1 (2023): 104–22. https://doi.org/10.22373/tafse.v8i1.18369.
Efendi, Nur, Neneng Nurhasanah, dan Udin Saripudin. “Etika dalam kepemilikan dan pengelolaan harta serta dampaknya terhadap ekonomi Islam.” Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan 5, no. 1 (2022): 310–16. https://doi.org/10.32670/fairvalue.v5i1.1897.
Faradiella, Elvynanda, dan Kharis Nugroho. “The Constellation of Meaning of Mahabbah and Raghiba in the Al-Qur’an: A Semantic Analysis by Toshihiko Izutsu.” Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity), 30 Januari 2024, 2749–56. https://doi.org/10.23917/iseth.5409.
Faramāwī, ʻAbd al-Ḥayy. al-Bidāyah Fī al-Tafsīr al-Mawḍūʻī Dirāsah Manhajīyah Mawḍūʻīyah. Tawzī‘ Maktabat Jumhūriyat Miṣr, 1977.
Farid Muhlasol. “Konsep Ḥijāb dalam Al-Al-Qur’an (Implementasi Semantik Toshihiko Izutsu Terhadap Kosakata Ḥijāb dalam Al-Al-Qur’an).” REVELATIA Jurnal Ilmu al-Qur`an dan Tafsir 4, no. 2 (2023): 83–105. https://doi.org/10.19105/revelatia.v4i2.9035.
Fudhla, Mahmudatun, Hazbi Maulana Alfath Anam, dan Dita Mauludya. “Keseimbangan kehidupan dunia dan akhirat dalam perspektif al-Al-Qur’an dan hadis.” Maliki Interdisciplinary Journal (MIJ) 3, no. 6 (2025).
Hafiun, Muhammad. Penyakit-Penyakit Hati Tentang Sifat-Sifat yang Mencelakakan dan Membutakan Mata Batin. 1 ed. Tangga Ilmu: Yogyakarta, 2023.
Hawwa, Said. Tazkiyatun Nafs Intisari Ihya Ulumuddin. Jakarta: Pena Pundi Aksara, 2006.
Ibn ‘Āsyūr, Muhammad al-Thahir Ibn Mahmud Ibn Muhammad al-Thahir. Tafsir al-Tahrīr wa al-Tanwīr. Tunisia: Dār al-Tūnisiyah li al-Nasyr, 1984.
Kamsah, Mohd Fadzilah, dan Syaidatun Nazirah Abu Zahrin. Psikologi Cinta. PTS Publishing House Sdn. Bhd., 2018.
Khoiri, Ilham, dan Alfiyatul Azizah. “Hubb ad-Dunya dalam Penafsiran Q.S. Ali Imran ayat 14 Prespektif Fakhruddin ar-Razi dalam Kitab Mafatihul Ghaib.” Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2024. https://eprints.ums.ac.id/122541/.
Mansouri, Zohreh, Seyed Hashem Golestani, dan Zohreh Saadatmand. Examining The Love Of The World In The Philosophical Thought Of Nasir Khusraw And Qutb Al-Din Shirazi. 3, no. 2 (2025).
Martin, Erik, dan Radea Yuli Ahmad Hambali. “Teologi Kebahagiaan menurut Al-Ghazali (Kajian terhadap Kitab Kimiyatus Sa’adah).” Jurnal Riset Agama 3, no. 1 (2023): 17–32. https://doi.org/10.15575/jra.v3i1.19318.
Masrur, Muhamad. “Konsep Harta dalam Al-Qur’ān dan Ḥadīṡ.” Jurnal Hukum Islam 15, no. 1 (2017). https://doi.org/https://doi.org/10.28918/jhi.v15i1.801.
Rivaldi, Irza Fistal. “Ḥubb al-dunyā dalam al-Al-Qur’an.” UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2023.
“Salah satu penyakit bangsa: Cinta dunia (2/1) | Situs web Syekh Yusuf al-Qaradawi.” Diakses 28 April 2026. https://www.al-qaradawi.net/node/2939.
Shihab, M. Quraish Shihab. Tafsir al-Mishbah: “Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati, 2002.
Siahaan, Laily Nazmi, dan Luthviyah Romziana. The Phenomenon of Worldly Love in the Digital Age: Thematic Interpretation of Surah Al-Hadid Verse 20. 21 (2025).
Syaebani, Muhammad Irfan, Untung Yuwono, dan Embun Kenyowati Ekosiwi. “What is love? An Interpretation of Love in Freudian and Lacanian Psychoanalysis.” Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi 18, no. 1 (2023).
Syamsi, Badarus. “Merajut Benang Kusut Tragedi Kemanusiaan: Solusi Tasawuf bagi Krisis Kemanusiaan Kontemporer.” Refleksi 11, no. 2 (2009): 215–44. https://doi.org/10.15408/ref.v11i2.38059.
Tim Penulis UIN Syarif Hidayatullah. Ensiklopedi Tasawuf Jilid 1. Bandung: Angkasa, 2008. https://bintangpusnas.perpusnas.go.id/konten/BK19414/ensiklopedi-tasawuf-jilid-1.
Tim Penyusun. Ensiklopedi Al Al-Qur’an: Dunia Islam Modern. Jilid II. Yogyakarta: Dana Bhakti Prima Yasa, 2005. Yogyakarta.
Umam, M. Nurul. “Kehidupan Dunia Perspektif Al-Al-Qur’an (Studi Tafsir Mauḍū’ī).” Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang, 2008.
Yunus, Mahmud. Kamus Arab-Indonesia. Jakarta: PT. Hidakarya Agung, t.t.
Zainuddin. “Al-Ajilah Menurut Sayyid Quthb Dalam Tafsir Fi Zhilalil Al-Qur’an.” UIN Sultan Syarif Kasim Riau, 2020.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Zahratul Farhah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
