MENYOAL LEGALITAS NIKAH SIRRI (ANALISIS METODE ISTIṢLĀḤIYYAH)

Sheila Fakhria

Abstract


Siri marriage (unregistered marriage) is the one that has met the terms and pillars that have been established by the Islamic law and have been strengthened by the opinion of the classical Moslem scholars. Siri marriage is no longer able to achieve the function of the Islamic pillarsand terms of marriage, especially the witnesses of marriage, which aims to announce a marriage as a guarantee of the rights for the bride, the bride's family and the society. The consideration of siri marriage today is the benefits. This article confirms that marriage registration is a large-scale of the witness's position to achieve the objective of the witness to the society. Thus, marriage is no longer only performed as the terms and pillars that are established by the Moslem scholars, but it also involves the state in order to guarantee the rights of the parties concerned in order to achieve the aim of marriage that is sakinah, mawaddah and raḥmah. This article discusses the effort to re-examine the existence of the siri marriage in the perspective of one methodology of the principles of Islamic jurisprudence that is the method of istislahiah reasoning.

[Nikah sirri merupakan pernikahan yang telah memenuhi syarat dan rukun yang telah ditetapkan oleh hukum Islam serta dikuatkan oleh pendapat ulama klasik. Nikah sirri tidak lagi mampu untuk mencapai fungsi dari rukun dan syarat perkawinan terutama saksi yang bertujuan untuk mengumumkan perkawinan sebagai penjaminan hak bagi mempelai, keluarga mempelai serta masyarakat. Pertimbangan nikah siri pada masa sekarang adalah kemaslahatan. Artikel ini menegaskan bahwa pencatatan perkawinan merupakan skala besar dari kedudukan saksi untuk mencapai tujuan saksi pada masyarakat. Dengan demikian, pernikahan tidak lagi hanya dilaksanakan sebagaimana syarat dan rukun yang ditetapkan oleh ulama akan tetapi juga melibatkan negara demi menjamin hak-hak pihak yang berkaitan demi mencapat tujuan perkawinan yaitu sakinah, mawaddah dan raḥmah. Artikel ini membahas tentang upaya menelaah kembali eksistensi nikah sirri dalam sudut pandang salah satu metodologi usul fikih yaitu metode penalaran istislahiah.]


Keywords


Nikah Sirri; Metode Istiṣlāḥiyyah; Legalitas Perkawinan

Full Text:

PDF

References


Abdullah, Boedi, Perkawinan dan Perceraian Keluarga Muslim, Bandung: Pustaka setia, 2013.

Abubakar, Al Yasa, Metode Istislahiah, Banda Aceh: Bandar Publishing, 2012.

Anshori, A. Ghofur, “Praktik Perkawinan di Bawah Tangan dan Peluang Legalisasinya di Daerah Istimewa Yogyakarta”, Yogyakarta: Penelitian Fakultas Hukum UGM dengan DEPAG, 2003 dalam Mahmud Yunus, Hukum Perkawinan dalam Islam Menurut Madzhab Syafi’I, Hanafi, Maliki dan Hambali, Jakarta: PT. Hida karya Agung 1991.

‘Asqalānī, Aḥmad ibn ‘Ali ibn Hajar Al-, Fatḥ al-Bārī, Beirut: Dar al-Fikr, 1996.

‘Āsyūr, Muḥammad aṭ-Ṭahir bin, Maqāṣid Syarī‘ah al-Islāmiyyah, Kairo: Dar as-Salam, 2006.

Auda, Jasser, Membumikan Hukum Islam melalui Maqāṣid Syarī‘ah, alih bahasa oleh Bandung: Mizan, 2008.

Azizah, Inna Fauziatul, “Tinjauan Maqāṣid Syarī‘ah terhadap Poligami Masyarakat Miskin (Studi Empat Keluarga di Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali)”, tesis tidak diterbitkan, Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2015.

Cahyono, Bagus, “Kedudukan Nikah Sirri dalam Pandangan Pelakunya di Dusun Butak Desa Bulusar Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri,” skripsi tidak diterbitkan, Kediri: STAIN Kediri, 2016.

Djubaidah, Neng, Pencatatan Perkawinan dan Perkawinan Tidak Dicatat: Menurut Hukum Tertulis di Indonesia dan Hukum Islam, Jakarta: Sinar Grafika, 2010.

Fathudin AW, Syukri, “Problematika Nikah Siri Dan Akibat Hukumnya Bagi Perempuan”, Jurnal Penelitian Humaniora, Vol. 15, No.1, April 2010.

Hanafi, Abi Bakr Ibn Mas'ud al Kasani-al-, Kitab Badāi' Al Sanāi' Fi Tartib Al Syarāi’, Beirut: Dar al Fikr, 1996.

Hasbul, Wannimaq, Perkawinan Terselubung di antara berbagai Pandangan, Jakarta: Golden Terayon Press, 1994.

http://news.okezone.com/read/2015/12/07/337/1262448/mensos-nikah-siri-peny um bang-terbesar-kasus-kdrt (diakses 13 Desember 2015).

Isra’, Yunal, “Langkah Awal Memahami Maqāṣid Syarī‘ah” Resume buku Maqāṣid asy-Syarī’ah: Dalīlun li al-Mubtadi’ karya Jaser Audah.

Jaziri, Abdurrahman al-, al-Fiqh ‘alā al-Mażāhib al-Arba‘ah, Kairo, Dar el-Fikr al-’Arabi, 1990.

Kompilasi Hukum Islam.

Kustriyanto, Nikah Sirri di Kalangan Artis, skripsi tidak diterbitkan, Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2007.

Maloko, Thahir,” Nikah Sirri dalam Perspektif Hukum Islam”, dalam Jurnal Sipakalebi’, Volume 1 Nomor 2 Desember 2014.

Manan, Abdul, Reformasi Hukum Islam Indonesia, Jakarta: Rajawali Press, 2016.

Muhdlor, Zuhdi, Memahami Hukum Perkawinan: Nikah, Talak, Cerai Dan Rujuk Menurut Hukum Islam UU No 1/1974, Bandung: Al-Bayan, 1994.

Mukhtar, Kamal, Asas-asas Hukum Islam tentang Perkawinan, Jakarta : Bulan Bintang, 1993.

Munawwir, Ahmad Warson, Al-Munawwir, Surabaya: Pustaka Progressif, 1997.

Muhasim, Ahmad, “Problematika Nikah Sirri di Kalangan Tenaga Kerja Kasus di Batukliang Lombok Tengah”, dalam iainmataram.ac.id.

Mudzhar, Atho’, Membaca Gelombang Ijtihad: antara Tradisi dan Liberasi, Yogyakarta: Titian Ilahi Press, 1998.

Nasution, Khoiruddin, Hukum Perkawinan I, Yogyakarta: ACAdeMIA + TAZZAFA, 2005

________, Hukum Perdata (Keluarga) Islam Indonesia Dan Perbandingan Hukum Perkawinan Di Dunia Muslim, Yogyakarta: ACAdeMIA + TAZZAFA, 2009.

Nur, Djaman, Fiqih Munakahat, Semarang: Dina Utama Semarang, 1993.

Ramulyo, Moh. Idris, Hukum Perkawinan Islam: Suatu Analisis dari Undang-undang No.1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 1996.

Setiawati, Effi, Nikah Sirri Tersesat di Jalan yang Benar? Bandung: Kepustakaan Eja Insabni, 2005.

Tahir, Masnun, “Meredam Kemelut Kontroversi Nikah Sirri (Perspektif Maṣlaḥah)”, Jurnal Al-Mawarid, Volume XI No. 2, Sep-Jan 2011.

Thahir, Halil, Ijtihad Maqāṣidi: Rekonstruksi Hukum Islam berbasis Interkoneksitas Maṣlaḥah, Yogyakarta: LKiS Pelangi Aksara, 2015.

Umar, Hasbi, Nalar Fikih Kontemporer, Jakarta: Gaung Persada Press, 2007.

Undang-undang No. 1 Tahun 1974

Undang-undang No. 22 tahun 1946 jo Undang-undang No. 32 Tahun 1954

Wasman, Hukum Perkawinan Islam di Indonesia: Perbandingan Fiqh dan Hukum Positif, Yogyakarta: Teras, 2011.

Zuhaili, Wahbah, al-Fiqh al-Islāmi wa Adillatuh, Beirut: Dar al-Fikr, 1989.




DOI: https://doi.org/10.14421/ahwal.2016.09204

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Sheila Fakhria

 

 

    

    

    

    

    

    

    

 

All publications by Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam Department of Islamic Family Law Faculty of Sharia and Law Sunan Kalijaga State Islamic University are licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

Address: Al-Ahwal Research Centre Department of Islamic Family Law Faculty of Sharia and Law Sunan Kalijaga State Islamic University Jln. Marsda Adisucipto 1 Yogyakarta 55281 Indonesia Telp./Fax.: 0274-512840 Email: alahwal.uinyogya@yahoo.com

View Al-Ahwal Stats