PERALIHAN AGAMA SEBELUM PEMBAGIAN WARISAN MENURUT IBNU TAIMIYAH

Samsul Hadi

Abstract


The Islamic inheritance law established that the inheritance is devided to heirs (al-wâris) after the owner’s (almuwarris) died. This division should be done immediately after the obligations associated with obtaining a death and property were paid. In the reality, inheritance is often not divided immediately, so thet giving rise to other legal consequences for heirs. For example is the change of religion of heirs. In the Islamic heritance law, religious diference is the barrier to receiving inheritance. Ibn Taimiyya argued, that the religion of heirs is the religion when the inheritance divided, and not when the owner’s (al-muwarris) died.


[Hukum waris Islam menetapkan bahwa harta warisan dibagikan setelah pewaris meninggal dunia dan segera mungkin dibagi kepada ahli waris (al-wâris). Namun dalam realitas kehidupan umat Islam sering terjadi harta warisan tidak dibagi dengan segera sehingga dapat menimbulkan akibat hukum lain bagi
ahli waris. Sebagai contoh terjadinya perubahan agama ahli waris sebelum terjadinya pembagian waris. Dalam hukum waris Islam perbedaan agama antara pewaris dengan ahli waris merupakan penghalang terjadinya kewarisan. Ibnu Taimiyah berpendapat, bahwa agama yang menjadi pegangan dalam pembagian
warisan adalah agama yang dianut ketika pembagian warisan, dan bukan ketika pewaris (al-muwarris) meninggal dunia.]


Keywords


warisan, hukum waris Islam, peralihan agama

Full Text:

PDF

References


Anwar, Syamsul, “Dala>lat al-Khafi> wa ‘Âliya>t al-Ijtiha>d, Dira>sah al-Us}u>liyyah bi Iha>lah al-Kha>s}s}ah ila> Qadiyyah al-Qatl ar- Rahi>m,” dalam Al-Jami’ah, Vol. 41, No. 1, Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga, 2003.

Ba‘li>, M. Ibnu ‘Abba>s al-, al-Ikhtiya> ra> t al- Fiqhiyyah min Fata>wa> Syaikh al-Isla>m Ibn Taimiyah, Beirut: Dâr al-Fikr, t.t..

Dahlan, Abdul ‘Aziz Dahlan, Ensiklopedi Hukum Islam, Jakarta: PT. Ichtiar Baru van Hoeve, 1999.

Dâwud, Abû , Sunan Abi> Da>wud, Beirut: Dâr al-Fikr, t.t..

Fathurrahman, Ilmu Waris, Bandung: Al- Ma‘arif, 1981.

Hasyimsoska.blogspot.com/2011/06/ asasprinsip- kewarisan-islam, html. Akses 23 Juli 2012.

Jas}s}a>s}, Ahmad ar-Ra>zi> al-, Ahka>m Al-Qu’ra>n, Beirut: Da>r al-Fikr, 1993.

Kasykî ‘Abd ar-Rahi>m al-, al-Mi> ras al- Muqa>ran, Cet. III Bagdad: Mansyûrât Dâr an-Nazi>r li at}-T{iba>’ah wa an-Nasyr, 1969.

Lukito, Ratno, Hukum Sakral dan Hukum Sekuler, Studi Tentang Konflik dan Resolusi dalam Sistem Hukum Indonesia, Tangerang:

Pustaka Alvabet, 2008.

Nadwi>, ‘Ali> Ahmad an-, al-Qawa>‘id al-Fiqhiyah, Damsyiq: Da>r al-Ilm, 1987.

Nawa>wi>, Imam an-, S}ahi>h Muslim, Beirut: Da>r al-Fikr, 1972.

Qaradâwî, M. Yûsuf al-, Min Hady al-Isla>m, Fata>wa> Mu‘a>s} irah, Kairo: Dâr al-Qalam, 2003.

Syalabî, M. Muºþafa> asy- , Ahka>m al-Mawa>ris, bain al-Fiqh wa al-Qa>nu>n, Beirut: Da>r an- Nahdah al-‘Arabi>, t.t.

Taimiyah, Ibnu, Majmû‘at al-Fata>wa>, Riyâd: al- Mamlakat al-‘Arabiyyat as-Su’ûdiyyat, 1998.

Tirmîýî, at-, Sunan at-Tirmi>¿i>, Beirut: Da>r al- Fikr, 1978.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Samsul Hadi



 

Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International.

Address: Al-Ahwal Research Centre Department of Islamic Family Law, Faculty of Sharia and LawUIN Sunan Kalijaga 

Marsda Adisucipto Street No. 1 Yogyakarta 55281 Indonesia, Telp. 082339961357 (WA), Email: ahwal@uin-suka.ac.id