Rethrethinking Islamic Theology Mengagas Teologi Sosial dalam konteks Pluralisme dan Multikulturalisme (Perspektif Pemikiran Teologi Fethullah Gulen)

Main Article Content

Muhammad Said

Abstract

This article elaborate about the neccesity of renewal Islamic theology in the context of pluralism and multiculturalism. One of contemporary Muslim schoolars, Fethullah Gulen, could be considered among the most influential Muslim theologians in the context of modern world. His works focus on redef ining the nature of Islamic discourse in the contemporary world by doing interreligious and intercultural dialogue. Today, we need to shift our paradigm from classical kalam which dogmatic, abstract, and exclusive, to be more practical theology, based on contemporary needs of human life, by presenting as what is called “social theology”. It’s important to note that Gulen’s theological discourse distinguished for his support of democracy, humanisme, openness to globalization, progressiveness in integrating tradition with modernity, and to make sense of pluralistic-piety.

[Artikel ini menjelaskan tentang kepentingan dibalik agenda pembaharuan teologi Islam dalam konteks pluralisme dan multikulturalisme. Salah satu pemikir Muslim kontemporer, Fethullah Gulen, dianggap sebagai salah satu teolog Muslim paling berpengaruh dalam konteks dunia modern saat ini. Karya-karyanya fokus pada upaya pendefinisian ulang tentang wacana- wacana Islam di dunia kontemporer dengan melakukan dialog antaragama dan antarbudaya. Saat ini, kita perlu merubah paradigma kita dari kalam klasik yang dogmatis, abstrak, dan eksklusif, menjadi teologi lebih praktis, berdasarkan kebutuhan kontemporer, yakni dengan menghadirkan apa yang disebut dengan “teologi sosial”. penting dicatat bahwa wacana teologis Gulen ini dibedakan atas dukungan demokrasi, humanisme, keterbukaan terhadap globalisasi, progresif dalam mengintegrasikan tradisi dengan modernitas, serta untuk memahami kesalehan pluralistik.]

Article Details

How to Cite
Said, Muhammad. “Rethrethinking Islamic Theology Mengagas Teologi Sosial Dalam Konteks Pluralisme Dan Multikulturalisme (Perspektif Pemikiran Teologi Fethullah Gulen)”. ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 16, no. 2 (October 1, 2015): 111–133. Accessed June 19, 2024. https://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/esensia/article/view/162-01.
Section
Articles

References

al-Qur’an al-Karim

Abdullah, Amin. Falsafah Kalam di Era Postmodernisme, Yogyakarta: Pustaka Pelajar,1995.

Abdullah, Amin. Islamic Studies di Perguruan Tinggi: Pendekatan integrative-interkonektif, Yogyakarta:Pustaka Pelajar. 2006.

Ahmad Baso, Posmodernisme sebagai kritik Islam: Kontribusi metodologi ‘Kritik Nalar’ Muhammad Abed al-Jabiri, Yogyakarta: LKIs, 2000.

al-Ghazali, al-Munqidz min al-dalal, Dar- alkitab al-Arabi t.t

Al-Ghazali, Iljam al-‘Awwam an Ilmi al-Kalam, Beirut: Dar al-Kitab al-Arabi. t.t.

Araby, Ibnu. al-Futuhat al-Makkiyah, Mahmud Matraji (ed), 8 volume, beirut: Dar al-Fikr, 2002.

Arkoun, Mohammad. al-Islam: al-Akhlaq wa al-siyasah, terj Hasyim Salih, Beirut :1986.

Bahri, Media Zainul Bahri. Satu Tuhan Banyak Agama: Pandangan sufistik Ibnu Arabi, Rumi dan al-jili, Jakarta: Mizan Publika, 2011.

Bakara, Osman. Hierarki Ilmu, Bandung : Mizan, 1997.

Charles Nelson. Charles Fethullah Gulen : A vision of trancedent education, Fethullah Gulen Oficial web : e- paper, 2011

Parekh, Bikku. Dalam Dewi” Lucia Ratih Kusuma. “Kembalinya Subyek: sosiologi memaknai kembali multkulturalisme” jurnal sosiologi masyarakat.

Enginer, Asghar Ali. Islam dan Teologi Pembebasan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999.

Fazlurrahman, Islam terj. Ahsin Muhammad, Bandung: Pustaka Salman, 1990.

Giddens, Athony. The Consequences of Modernity, Cambrigdge: Polity Press, 1990.

Gulen, Fethullah. “Toward Global Civilization of Love and Tolerance“ New jersey, The Light, 2004.

Gulen, Fethullah. Essay, Persfektives, and Opinion, New jersey, Thugra Books, 2009.

http://nasional.kompas.com/read/2012/12//Lima.Kasus.Diskriminasi.Terburuk.Pascareformasi.

Iqbal, Muhammad. The Reconstruction of Religious Thought in Islam, Lahore, 1975.

Jarir, Ibnu. Tarikh al-Thabari, Kairo: Dar al-ma’arif 1963.

Kimball, Charles. When Religion Become Evil terj. Nurhadi dan Izzudin wasil, Bandung: Mizan, 2013.

Kuntowijoyo. Islam Sebagai Ilmu, Yogyakarta: Tiara Wacana, 2006.

Kuntowijoyo. Paradigma Islam, Bandung: Mizan, 2008.

Madjid, Nurcholis. Islam Kemodernan dan Keindonesiaan, Bandung: Mizan, 1999.

Nasution, Harun. Teologi Islam: aliran-aliran, sejarah, analisa dan perbandingan, jakarta: UI Press, 2012.

Ridwan, AH. Reformasi Intelektual Islam, Yogyakarta: Ittaqa press, 1998.

Ritzer, George. Teori Sosiologi; Dari Sosilogi klasik Sampai Perkembangan Terakhir Posmodern, Yogyakarta, Pustaka pelajar, 2012.

Rusyd, Ibnu Fasl al-Maqal fi ma bain al-Hikmah wa Asy Syaari’ah min al-Ittisal. Mesir: Dar al-Ma’arif, t.t.

Saeed, Abdullah. Islamic Thought: an Introduction, New York: Rouledge, 2006.

Safi, Omid. Progressive Muslims; on Justice, Gender and Pluralisme, British, Oneworld Oxford, 2008.

Shoelhi, Mohammad (ed). Demokrasi Madinah: Model Demokrasi cara Rasulullah, Jakarta: Republika,2003.

Sugiharto, Bambang. Postmodernisme tantangan bagi filsafat, Yogyakarta: Kanisius, 1996.

Watt, Wiliam Montngomery. Muhammad Prophet and Statesman, Oxford University Press, 1961.

Weller, Paul and Yilmaz, (ed). European Muslim, Civility and Public life, India: Continuum International publishing Group. 2012.