Pergeseran Sistem Kekuasaan dari Marxisme ke Hegemoni dan Politik Media: Suatu Kritik Ideologi

Muzairi Muzairi
* UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI: https://doi.org/10.14421/esensia.v15i2.774

Abstract


Strong economic interests and public powers are indeed making the media could not be neutral, honest, fair, objective and open. As a result, the information presented by the media has raised the issue of serious objectivity of knowledge on the media itself. The hegemony in the media then becomes strategic. Mass media as part of the public space, which includes languages, signs and symbols are produced, distributed and not served as a mere passive hegemony. Because of the operation of political ideology behind the media, it could not be separated from hidden-ness and ideological mechanisms that infiltrate and exert influence through the media that changes the people perception. Therefore, a critique of ideology can help and understand how ideology is very important and plays a role in a sistem of mass media. In addition to the criticism ideology discloses certain interests behind the value of the hidden ideology.

[Kuatnya kepentingan ekonomi dan kekuasaan publik inilah yang sesungguhnya menjadikan media tidak dapat netral, jujur, adil, objektif, dan terbuka. Akibatnya, informasi yang disuguhkan oleh media telah menimbulkan persoalan objektivitas pengetahuan yang serius pada media itu sendiri, dan hegemoni dalam media menjadi hal yang sangat strategis. Media massa sebagai bagian dari ruang publik, yang didalamnya bahasa, tanda dan simbol-simbol diproduksi, disebarluaskan dan ini bukan sebagai alat hegemoni yang bersifat pasif semata. Karena itu beroperasinya ideologi dibalik politik media tidak dapat dipisahkan dari mekanisme ketersembunyian dan ideologi itu menyusup serta menanamkan pengaruhnya lewat media secara tersembunyi merubah pandangan setiap orang secara tidak sadar. Oleh karena itu kritik terhadap ideologi dapat membantu dan memahami betapa ideologi sangat penting dan berperan dalam suatu sistem media massa, disamping itu kritik idoleogi dapat mengungkapkan kepentingan- kepentingan tertentu di belakang nilai ideologi yang tersembunyi.]


Keywords


Ideology; Mass Media; Hegemony; Politics Media

Full Text:

PDF

References


Abdulgani, Ruslan. Penggunaan Ilmu Sejarah. Bandung: Prapanca, tt.

Action, HB. “Historical Materialism”, The Encyclopedia of Philosophy, Vol. 3-4, London: Macmillan Publisher, 1972.

Angeles, Peter A. Dictionary of Philosophy. London: Barnes & Noble Books, 1981. Barthes, Roland. Element of Semiologi. Ttp: Hill & Wang, 1967.

Binatama, Puspo. “Revolusi Media Komunikasi”, Majalah Filsafat Dwiyarkara, Vol. XIX, No 2, tahun 1992/1993.

Danny, Ida. Manusia dan Media Dalam Refleksi Budaya Marshal McLuhan. Jakarta: Lembaga Studi Filsafat, 1992.

Delgaaww, Bernard. Filsafat Abad 20. Yogyakarta: Tiara Wacana, 1988. Eco, Limberto. A Theory of Semiotic. Ttp: Indiana University Press, 1976.

Ewing, Alfred Cyril. The Fundamental Questions of Philosophy. New York: Collier Books, 1962.

Gramsci, Antonio. Selections from Prison Notebooks. London: Lawrence & Wishart, 1991.

Hasan, Fuad. Berkenalan Dengan Eksistensialisme. Jakarta: Pustaka Pelajar, tt.

Kaufman, Walter. Existentialism from Dostoevsky to Sartre. New York: New American Library, 1976.

Keanney, Richard (ed). Continental Philosophy Reader. London: Routledge, 1996.

Mc. Innes, Neil. “Gramsci Antonio”. The Encyclopedia of Philospphy. Vol. 3-4, London: Macmillan Publisher, 1972.

_______, “Marxist Philosophy”, The Encyclopedia of Philosophy. Vol. 5-6, London: Macmillan Publisher, 1972.

Mouffe, Chantal (ed). Gramsci and Marxist Theory. London: Routledge & Kegan Paul, 1979.

Mudhofir, Ali. Kamus Filsafat Barat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001.

Mufid, Muhammad. Etika dan Filsafat Komunikasi. Jakarta: Penerbit Kenanga, 2012.

Piliang, Yasraf Amir. Hipersemiotika, Tafsir Cultural dan Studies Atas Matinya Makna. Yogyakarta: Jalasutra, 2003

_______. Post Realitas, Realitas Kebudayaan Dalam Era Postmetafisika. Yogyakarta: Jalasutra, 2004.

_______. Sebuah Dunia yang Dilipat. Bandung: Penerbit Mizan, 1998.

Runes, Dagobert D., ed. Treasure of Philosophy, New York: Philosophical Library, 1955.

Sabri, Muhammad. ”Mistisisme dan Hal-hal Tak Tercakapkan: Menimbang Epistemologi Hudhori”, dalam Kanz Philosophia, A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism, Volume II, Number 1, June 2012.

Simons, Herbert W. After Post-modernism: Reconstructing Ideology Critique. London: Sage Publication, 1994.

St. Nauman Jr. The New Dictionary of Existentialism. New Jersey: The Citadel Press, 1972.

Suseno, Fran Magnis. Filsafat Sebagai Ilmu Kritis. Yogyakarta: Kanisius, 1995.

Vattimo, Gianni. The End of Modernity, Nihilisme dan Hermeneutika dalam Budaya Postmodern. Yogyakarta: Sadasiva, 2003.

Wach, Joachim. The Comperative of Religious. New York: Columbia University Press, 1966.

Williams, Raymond. Marxism and Literature. Oxford: Oxford Univesity Press, 1977.

Yudilatif dan Isi Subandy. “Media Massa dan Pemiskinan Imajinasi Sosial”. Republika. 21-22 April 1994.

http://en.wikipedia.org/wiki/Antonio_Gramsci

http://id.shvoong.com/humanities/theory-criticism/2227008-teori-hegemoni-antonio- gramsci/#ixzz2PlesJaGb

http://narendradewadjikristy.blogspot.com/2009/05/rangkuman-buku-antonio-gramsci-negara.html


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2014 Muzairi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin

ISSN 1411-3775  |   E-ISSN 2548-4729

Accredited by the Deputy of Research and Development, The Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia, No. B/1796/E5.2/KI.02.00/2020.

Creative Commons License

This work is licensed under
a Creative Commons Attribution-Non Commercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0).