Pemurnian Sistem Pendidikan Islam Berdasarkan Metode Risalah An-Nur: Analisis Kajian di Negara Malaysia

Nurulwahidah Fauzi
* Universitas Sains Islam Malaysia (USIM)

DOI: https://doi.org/10.14421/esensia.v15i2.777

Abstract


Ethnocentric concepts, theories and practices in education, predominantly embedded in western philosophy and values, tend to ignore the growing multicultural nature of educational institutions. In contrast, Islamic education and learning is an important aspect to develop of quality human capital and human resources development. Malaysia as a country in Southeast Asia that is developing as one of the strategic determinant in the economic, social, cultural international politics and applying the "Asian Cultural Strategy Based on Islam”. However, in recent years, the study found that the moral values of young people today is significantly reduced, allowing the question to what extent education or tarbiyah aspect emphasized in learning today. Through an examination of the higher education sistems, the authors explore the problems and effectiveness of the education sistem that are practiced in the country to examine the appropriateness of the practice of Islamic education as the basic education. Secondly, to correct view of nature (worldview) on the Islamic Education in Malaysia and thirdly, propose a resolution to act in the direction to reform an Islamic education sistem based on the Risale An-Nur, the works of a mujaddid figure named Bediuzzaman Said Nursi. The authors conclude with (a) a discussion that Islamic education must cultivate a sense of identity within culture and community, while working with ancestral cultural knowledge retentions. This calls for a previsioning of the educational sistem in public schools so as to introduce a more effective method of teaching diverse youth, (b) create the need and importance of the Quran in the national Education and (c) help learners to build self-confidence in the collective defense of cultural identity in an increasingly challenging social environment on this day.

[Konsep etnosentris, teori dan praktek di bidang pendidikan, terutama tertanam dalam filsafat Barat dan nilai-nilai, cenderung mengabaikan sifat multikultural pertumbuhan lembaga pendidikan. Sebaliknya, pendidikan dan pembelajaran Islam merupakan aspek penting untuk mengembangkan modal manusia dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Malaysia, sebagai negara di Asia Tenggara, berkembang sebagai salah satu penentu strategis dalam ekonomi, sosial, politik internasional budaya dan menerapkan "Strategi Kebudayaan Asia Berdasarkan Islam" itu. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, studi ini menemukan bahwa moral nilai-nilai orang muda saat ini berkurang secara signifikan, sehingga pertanyaan apa pendidikan tingkat atau aspek Tarbiyah ditekankan dalam pembelajaran hari ini. Melalui pemeriksaan sistem pendidikan tinggi, penulis mengeksplorasi masalah dan efektivitas sistem pendidikan yang dipraktekkan di negara itu untuk memeriksa kelayakan praktek pendidikan Islam sebagai pendidikan dasar. Kedua, untuk memperbaiki pandangan alam (pandangan dunia) pada Pendidikan Islam di Malaysia dan ketiga, mengusulkan resolusi untuk bertindak dalam arah reformasi sistem pendidikan Islam berdasarkan Risale An-Nur , karya-karya tokoh Mujaddid bernama Badiuzzaman Said Nursi. para penulis menyimpulkan dengan (a) diskusi bahwa pendidikan Islam harus menumbuhkan rasa identitas dalam budaya dan masyarakat, saat bekerja dengan leluhur retensi pengetahuan budaya. Ini panggilan untuk pre-visi dari sistem pendidikan di sekolah umum sehingga untuk memperkenalkan metode yang lebih efektif mengajar pemuda yang beragam, (b) membuat kebutuhan dan pentingnya Quran dalam Pendidikan nasional dan (c) bantuan peserta didik untuk membangun kepercayaan diri dalam pertahanan kolektif identitas budaya dalam lingkungan sosial yang semakin menantang pada hari ini.]


Keywords


Pemurnian; Pendidikan Islam; Risalah an-Nur; Sistem pendidikan Malaysia

Full Text:

PDF

References


Ahmad, Azhar. Strategi Kendiri Pembelajaran Pengaturan Pendidikan Islam dan Penghayatan Akhlak pelajar Sekolah Menengah. Tesis. Bangi: Universiti Kebangsaan Malaysia, 2006.

Arif, Mohd. “Pembangunan Manusia Menerusi Penghayatan Al-Quran: Harapan dan Cabaran”, dalam Prosiding Pendidikan Dan Pembangunan Manusia (UKM: Fakulti Pendidikan, 1997.

Ariffin, Tajul. Prosiding Pendidikan dan Pembangunan Sosial. Malaysia: Universiti Kebangsaan Malaysia, 1997.

Darusalam, Ghazali. Kursus Tamadun Islam Dan Pendidikan Moral. Kuala Lumpur : Utusan Publications & Distributors Sdn. Bhd., 2000.

Dewey. J. Democracy and Education. USA: A Free Press, 1964.

Ismail & Tajul Ariffin, Habsah. “Konsep Kesepaduan: Pemahaman dan Pelaksanaannya”, dalam Prosiding Pendidikan Dan Pembangunan Manusia. UKM: Fakulti Pendidikan, 2002.

Montessori. M, The Absorbent Mind. Madras: Kalakshetra, 1973.

Nordin, Tajul Ariffin. Konsep Asas Pendidikan Sepadu. Kuala Lumpur: Nurin Enterprise, 1988.

Nordin, Tajul Ariffin. Perspektif Falsafah dan Pendidikan di Malaysia. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa Pustaka, 1993.

Nursi, Bediuzzaman Said. Risalah an-Nur: Said Nursi: Pemikir Dan Sufi Besar Abad ke 20M (Membayang Tak Terjawab, Menjelaskan Yang Tak Terjelaskan. Jakarta: Murai Kencana, 2003.

_______. The Letters 1928-1932, terj. Sukran Vahide. Istanbul: Sozler Nesriyat AS, 2000.

Otalubosun & Sherifat Tenibowo, Asif. Islamic Studies in Nigeria, Problem and Prospects, International Journal of Humanities and Social Science. Vol. 3 No. 2 2013.

Rossiter. G. The Moral and spiritual dimension to education:some reflection on the British Experience. Journal of Moral Education, Vol. 25 No. 2 1996.

Suhid, Asmawati. Pemantapan Adab dan Akhlak Islam Dalam Pendidikan Islam: Satu Kajian Kes Di Selangor. Jurnal CITu (Centre for Islamic Thought And understanding). UITM 2005.

Tuah, dkk., Abd Hafiz Mat. “Memperkasakan Jatidiri Melayu Muslim Menerusi Pendidikan Islam Dalam Pengajaran Akhlak”, dalam Jurnal Islam Hadhari Special Edition. 2012.

Weeren D.J. Moral Education in Today's Schools: Conclusions of a Survey of Five Educational Sistems. Journal of Moral Education. Vol. 2 No. 1 1972.

Yassu'i, Louis Ma'luf al-. Al-Munjid, Fi al-Lughah wa A’lam, Beirut: Darul Mashriq, 1992.

Yunus, Mohd. Seminar Kebangsaan Penilaian Pelaksanaan KBSR. Genting Highland, Institut Aminuddin Baki, 1995.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2014 Nurulwahidah Fauzi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin

ISSN 1411-3775  |   E-ISSN 2548-4729

Accredited by the Deputy of Research and Development, The Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia, No. B/1796/E5.2/KI.02.00/2020.

Creative Commons License

This work is licensed under
a Creative Commons Attribution-Non Commercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0).